Tumbuh Cacat, Bentuk Bambu yang Unik Jadi Koleksi
Komunitas

Tumbuh Cacat, Bentuk Bambu yang Unik Jadi Koleksi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Tidak banyak orang yang bisa melihat seni dalam sebuah pohon bambu. Pohon yang selama ini identik dengan bentuknya yang lurus tinggi dan berlugut, namun di tangan seniman Andrian Suryana bambu diperlakukan khusus.

Ia merupakan seorang kolektor bambu asal Gunungkidul yang memiliki bentuk unik dan tak lazim. Padahal, bambu berbentuk unik ini sebetulnya tergolong bambu yang tumbuh cacat. Namun dengan kecacatannya inilah mempunyai nilai seni yang tinggi.

Dulu saya kenal namanya bambu pethuk, namun setelah dicari-cari ternyata bambu pethuk itu tidak ada, jelasnya, Sabtu (12/5/2018) saat ditemui di Gunungkidul Eskpo 2018.

Pria yang tergabung dalam komunitas Pecinta Ragam Bambu Unik Gunungkidul ini mulai tertarik dengan bambu unik sejak 12 tahun yang lalu. Sejak saat itu, ia sering menghabiskan waktunya mencari bambu untuk dikoleksi. 

Nanti siapa tahu ada yang minat bisa langsung ada rezekinya juga,” jelas Andriyan.

Untuk menemukan bambu unik ini, tak perlu sulit baginya mencari hingga jauh. Pasalnya, keberadaan bambu unik dapat ditemui di daerah Gunungkidul saja. Ia biasa mencari bambu di Sungai Pentung, Desa Nglanggeran, dan Kawasan Bukit Bintang.

Meski begitu, tidak semua satu rumpun bambu memiliki keunikan. Biasanya keunikan bambu ini terdapat pada bambu jalu pethuk, sambung rasa, selendang mukti, songgo buana, raga mangsa, tong-tong seribu, dan soca kembang.

Dari sekian banyak bambu yang saya koleksi, ada bambu yang susah untuk dicari. Yakni bambu kurung, bambu jalu pethuk, dan bambu raga mangsa,” tuturnya.

Menurutnya, mengoleksi bambu unik ini untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Sebab dengan melihat keunikan pada bentuk bambu, dapat membuka makna ayat-ayat Tuhan yang terkandung.

"Dengan mengoleksi bambu unik ini, saya bisa membuktikan kepada masyarakat umum bahwa inilah hasil karya alam tanpa rekayasa. Tanpa ada lem-leman dan bukti kebesaran Tuhan," pungkas dia. (Yanuar)