Belum Resmi Dibuka, Taman Bunga Celosia Sudah Ramai Pengunjung
Wisata

Belum Resmi Dibuka, Taman Bunga Celosia Sudah Ramai Pengunjung

Tanjungsari,(gunungkidul.sorot.co)--Tak perlu datang jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati keindahan hamparan bunga yang berwarna-warni. Pasalnya, sekarang di Gunungkidul hadir Taman Bunga Celosia yang menyuguhkan keindahan ratusan bunga dengan perpaduan warna merah dan kuningnya yang mempesona.

Berlokasi di Padukuhan Nglaos, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari taman bunga ini ada. Hanya berjarak 200 meter dari Pantai Kukup, taman ini sudah menjadi lokasi wisata dan spot selfie baru yang telah diramaikan pengunjung beberapa hari belakangan.

Pemilik Taman Bunga Celosia, Walanya Eko Handayanto mengatakan, taman ini sebetulnya belum rencana dibuka untuk umum. Nantinya, ia baru akan membuka lokasi indah tersebut pada saat hari raya lebaran. Namun melihat antusiasme pengunjung yang besar, akhirnya membuat pemilik membukanya untuk umum sejak satu minggu yang lalu.

Sebetulnya kita baru mau buka taman ini saat lebaran. Tapi belum dibuka sudah banyak pengunjung yang datang dan berfoto. Akhirnya kita ajukan, sudah satu minggu ini dibuka,” jelasnya, Minggu (15/05/2018).

Dibuatnya taman bunga ini memang diperuntukan usaha bersama dengan istrinya. Awalnya Eko menanam bunga matahari namun ternyata gagal. Coba dengan jenis lain, Eko beralih menanam bunga celosia lantaran saat dipelajari, mempunyai durasi mekar lebih lama dibanding bunga matahari, yakni 5 bulan. 

Awal kita coba tanam cleosia sebanyak 3.000 bibit. Dan ternyata hasilnya berhasil,” ucap Eko.

Tak dipungkiri, saat mau mencoba menanam bunga cleosia ini mendapat banyak cemooh dari banyak orang. Hal ini dilandasi lantaran kegagalan yang dihadapi Eko saat menanam bunga matahari.

Namun takdir tetaplah Tuhan yang menentukan lewat usaha seseorang. Berkat kerja kerasnya, kini taman bunga yang ia rintis memiliki ribuan bunga yang terhampar indah. Selain menyediakan tempat untuk berselfi, pengunjung juga dapat membeli bunga celosia dengan harga Rp 20 ribu.

Meski begitu, ia juga mengalami kendala saat membudidayakan tanaman ini. Adapun beberapa kendala tersebut yakni masalah penyiraman. Pasalnya, di musim kemarau seperti sekarang ini tanah mudah kering hingga membutuhkan penyiraman lebih.

Kalau tanah kering, butuh disiram 2 kali sehari pagi dan sore dengan air yang dibeli dari PDAM,” jelas Eko.

Lantaran belum dibuka secara resmi, Eko sendiri belum memiliki nama untuk tempat yang ia bangun ini. Meski begitu, ia berharap Taman Bunga Celosia miliknya bisa memberikan banyak manfaat bagi pengunjung yang datang.

Untuk memuaskan pengunjung juga, saya bertekad sebelum bunga ini layu dan mati, kami ganti terlebih dahulu. Sehingga yang belum sempat mampir tetap bisa menikmati Bunga Celosia,” tutur dia. (Sepdita)