Masih Minim, Gunungkidul Butuh Infrastruktur Layak Anak
Pemerintahan

Masih Minim, Gunungkidul Butuh Infrastruktur Layak Anak

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah mengusahakan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Namun sayang, hal itu masih terganjal dengan beberapa kendala yang membuat Gunungkidul sampai saat ini masih menduduki tingkat Madya dalam kategori KLA.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Perlindungan Anak Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3KNPMD) Gunungkidul Tomi Darlinanto. Menurutnnya, untuk menjadi KLA masih mempunyai banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Saat ini status KLA Gunungkidul masih menduduki tingkat Madya, masih di tingkat dua. Nantinya diharapkan di tahun depan bisa naik ke tingkat Nindya,” paparnya, Senin (14/05/2018).

Dilanjutkannya, ada beberapa tantangan belum terselesaikan yang dihadapi untuk mewujudkan KLA. Yakni komitmen OPD dalam mewujudkan KLA yang masih kurang, anggaran APBD minim, dan belum semua OPD melibatkan forum anak. 

Saat ini forum anak desa atau sanggar anak baru tersedia di 46 desa saja. Yang dibutuhkan semua desa terlibat forum anak,” tutur Tomi.

Selain itu, tantangan lainnya yakni belum semua ruang publik di Gunungkidul memiliki infrastruktur yang ramah anak. Padahal, indikator ini dianggap penting untuk menuju kabupaten yang layak anak.

Sekolah yang ramah anak itu belum terintegrasi ke Dinas Pendidikan dan belum menjadi prioritas di Gunungkidul,” ucap dia.

Pihaknya sendiri, hanya bisa memberikan masukan terkait bingkainya saja. Sedangkan pihak yang berwenang untuk memberikan fasilitas yakni dinas tersendiri yang menangani.

"Selain itu, sarana prasana jalan raya yang ada di Kabupaten Gunungkidul, kita lihat masih adanya pot-pot besar yang dipakai untuk taman, hal tersebut justru menggangu pengguna jalan lainnya," lanjut Tomi Darlinanto (Yanuar)