Kreatif, Warga Planjan Ini Manfaatkan Limbah Kaca dan Batu Kapur Jadi Lampu Hias
Ekonomi

Kreatif, Warga Planjan Ini Manfaatkan Limbah Kaca dan Batu Kapur Jadi Lampu Hias

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Usaha yang dilakoni dengan niat dan ketekunan tidak akan membohongi hasil. Seperti yang dilakukan oleh Eko Susanto dengan usaha yang kini tengah dijalaninya sebagai perajin lampu hias dari limbah kaca dan batu kapur.

Eko yang merupakan warga Padukuhan Pucung, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari ini sudah lebih dari 4 tahun memajukan usahanya. Berawal dari kemunculan ide kreatifnya memikirkan limbah kaca tak terpakai, akhirnya terciptalah kreasi unik lampu hias yang kini menjadi usahanya.

Untuk membuat lampu hias dari limbah kaca ini, Eko membutuhkan bahan baku tambahan yakni batuan kapur dan beberapa diantaranya menggunakan kayu. Tak sulit baginya untuk memperoleh bahan baku, mengingat keseluruhannya merupakan limbah yang mudah dicari.

Limbah kaca banyak ya dimana-mana. Mudah carinya. Kayu juga bisa didapat dari limbah bangunan. Sedangkan batunya didapat dari pertambangan,” jelasnya, Senin (14/05/2018).

Untuk satu kali produksi, paling tidak ia membutuhkan 12 batu kapur yang dibeli seharga Rp 12 ribu per buah. Ia biasa membeli batu kapur tersebut di pertambangan yang berada di daerah Gading, Kecamatan Playen. 

Sedangkan untuk proses pembuatannya, butuh waktu selama 40 menit untuk satu produk lampu hias. Tidak hanya sebagai penghias ruangan saja, lampu yang dibuatnya juga bisa untuk aroma terapi dan pengharum ruangan.

Kalau tingkat kesulitannya sih saya rasa tidak ada ya. Hanya saja kadang batu yang dibeli tidak sesuai dengan yang diinginkan,” tutur Eko.

Adapun untuk harganya, ia bandrol mulai dari Rp 100.000 per buah. Sedangkan peminat lampu hias miliknya ini kebanyakan berasal dari Ibu Kota Jakarta. (Yanuar)