Persiapan Menyambut Ramadhan di Masjid Tertua se-Gunungkidul
Gema Ramadhan

Persiapan Menyambut Ramadhan di Masjid Tertua se-Gunungkidul

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Ditilik dari usianya, Masjid Al-Huda yang berlokasi di Padukuhan Sidorejo, Desa Sodo, Kecamatan Paliyan ini menjadi masjid tertua di Gunungkidul. Pasalnya, menurut cerita yang ada, cikal bakal masjid ini merupakan peninggalan di masa Ki Ageng Giring III.

Takmir sekaligus imam masjid, Sarto menjelaskan, masjid seluas 8 meter x 12 meter ini memang didirikan oleh Ki Ageng Giring III. Tak heran apabila lokasinya bersebelahan dengan makam sang pendiri.

Ki Ageng Giring III ini merupakan murid Sunan Kalijaga yang ditugaskan di pulau Jawa bagian selatan lalu mendirikan sebuah masjid tahun 1575,” jelasnya, Selasa (15/05/2018).

Masjid yang awalnya memiliki luas seperti Masjid Kota Gede, Yogyakarta ini sudah mengalami 3 kali renovasi. Pemugaran pertama yakni tahun 1935, kemudian dirubah total pada tahun 1960 karena mendapat bantuan dari Departemen Agama kala itu. Terakhir, pemugaran dilakukan tahun 1983 karena mendapat bantuan dari Presiden Soeharto sebesar Rp 10 juta. 

Waktu pemugaran total tahun 1960 juga sekaligus memperkecil luas masjid dari 15 meter x 25 meter menjadi seperti sekarang. Setelah itu pemugaran terakhir tahun 1983 karena saat gempa terjadi tahun 2006 lalu masjid ini secuil pun tidak rusak,” tutur Sarto.

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Panitia Kesiapan Bulan Ramadhan (PKBR). Adapun beberapa diantaranya yakni melakukan rapat panitia membahas agenda bersih masjid, pengecatan ulang, dan penyiapan sarana untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut.

Rencananya saat bulan Ramadhan, akan diadakan buka bersama yang diikuti oleh 150 jamaah, kemudian sholat tarawih dan kultum setelah Isya dan Subuh,” papar dia.

Sarto mengatakan, masyarakat Sodo selalu kompak terutama dalam penentuan hari besar keagamaan, seperti penentuan puasa. Oleh karenanya ia berharap kekompakan itu akan tetap terjaga sehingga tidak ada pecah belah di masyarakat.

Kami sepakat akan menunaikan ibadah puasa pada hari Kamis, 17 Mei 2018 nanti,” ucap Sarto. (Sepdita)