Rotasi Sejumlah Jabatan, Pengurus KONI Gunungkidul Dilantik
Olahraga

Rotasi Sejumlah Jabatan, Pengurus KONI Gunungkidul Dilantik

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Setelah beberapa waktu lalu Djarot Budi Santoso resmi ditetapkan kembali menjadi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul, kini giliran puluhan pengurusnya yang dilantik oleh KONI DIY. Pelantikan ini berlangsung pada Selasa (15/05/2018) siang di Bangsal Sewoko Projo.

Perombakan susunan pengurus dilakukan sesuai dengan bidang dan kemampuan para anggotanya. Sehingga mereka akan menjadi lebih fokus terhadap tugas dan pengembangan cabang olahraga di Gunungkidul. Selain itu, juga dapat memajukan kembali dunia olahraga Gunungkidul yang belum begitu maksimal.

Adapun beberapa tokoh yang resmi dilantik yakni, Suharyanto menjabat sebagai Wakil I Ketua Umum, Supardi sebagai Wakil II Ketua Umum, dan Edy Suryanta menjabat sebagai wakil III Ketua Umum. Sebelumnya, satu jabatan Wakil Ketua Umum dipegang oleh Agung Topo Broto, namun karena rotasi jabatan yang dilakukan dalam pengurusan baru tersebut, ia dilantik menjadi wakil ketua organisasi dan advokasi hukum.

Sementara itu, jabatan sekretaris umum diampu oleh Heri Santoso, wakil I sekretaris umum dijabat oleh Aris Budiyono dan wakil sekretaris II dijabat oleh Hendra Setyawan. Tak hanya itu, sejumlah pengurus lain dalam keorganisasian ini juga dilakukan perotasian jabatan. Diharapkan dengan adanya rotasi jabatan ini tidak membuat kendur semangat masing-masing melainkan justru memberi semangat yang lebih lagi.

PLT Ketua Umum KONI DIY, Triyandi Mulkan berpesan kepada para pengurus terlantik harus mengetahui dan lebih mendalami kondisi olahraga atau organisasi di wilayah, sehingga dalam pengembangannya lebih terstruktur dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya. Selain itu, dalam bidang kesejahteraan baik pengurus maupun anggota harus lebih dipikirkan sehingga mampu mendongkrak semangat kinerja masing-masing bidang.

"Masalah kesejahteraan tentu harus dipikirkan dengan matang, sehingga jika ada problem langsung bisa dikondisikan. Baik oleh daerah maupun kerjasama dengan DIY," imbuh Triyandi Mulkan.

Selain itu, ada pula yang menjadi sorotan KONI DIY yakni mengenai fokus pengembangan di sarana prasarana dan prestasi. Keduanya harus berjalan seimbang, sehingga para atlet yang ada merasa terfasilitasi dan ada greget lebih untuk meraih prestasi guna mengharumkan nama daerah. 

"Kalau prestasi oke tapi sarana prasarananya tidak sesuai ya itu namanya salah kaprah. Harus segera dipikirkan kalau kondisinya seperti ini," pungkas dia.