Dua Bulan Pasca Penemuan Bayi di Kali Widoro, Polisi Belum Temukan Titik Terang
Hukum & Kriminal

Dua Bulan Pasca Penemuan Bayi di Kali Widoro, Polisi Belum Temukan Titik Terang

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Hampir dua bulan pasca penemuan bayi laki-laki di Kali Widoro Wetan, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, pada Sabtu (24/03/2018) lalu, hingga saat ini belum menemukan titik terang. Pihak Kepolisian Resor Gunungkidul masih terus melakukan penyelidikan terkait dengan pelaku yang diduga tega membuang bayi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih terus mengumpulkan data-data pelaku aksi bejat tersebut. Minimnya data dan saksi yang diperoleh di lapangan, membuat petugas memerlukan waktu yang tidak sebentar dalam melakukan penyelidikan.

"Masih terus didalami, baik dari saksi-saksi dan informasi yang kami peroleh,"ucap mantan Kasat Resnarkoba itu, Selasa (15/05/2018).

Pihaknya juga terus berupaya dengan lebih intens melakukan komunikasi dengan lintas sektoral, baik kepolisian, bidan dan desa. Hal itu dilakukan untuk memperdalam informasi yang didapat. Tak hanya itu, dari hasil otopsi yang dilakukan oleh tim medis rumah sakit Bhayangkara pun juga terus didalami oleh anggota polisi. 

"Kita juga masih sering ke lokasi penemuan, untuk pengumpulan data-data tambahan. Harapannya ya segera terusut dan pelaku segera kami ketahui, tapi ini masih butuh proses," imbuh dia.

Setelah adanya penemuan bayi laki-laki di Kali Widoro Wetan, petugas langsung berupaya secepat mungkin untuk melakukan pengungkapan pelaku atau dalang dibalik aksi bejat tersebut. Berbagai cara dilakukan mulai dari otopsi bayi laki-laki dengan berat 3 Kg itu hingga koordinasi dengan jajaran Polsek, Bidan dan pihak sekolah.

Hal tersebut dilakukan karena tidak menutup kemungkinan pelaku pembuangan bayi adalah seorang pelajar. Atau bahkan orang dewasa atau umum baik berasal dari Gunungkidul atau luar Gunungkidul. Hasil otopsi yang keluar beberapa waktu lalu pun menerangkan bila bayi tersebut mengalami memar dibagian tubuh dan paru-paru yang terlalu banyak kemasukan air.