Dekati Puasa Harga Sembako Masih Stabil, Pembeli Cenderung Sepi
Ekonomi

Dekati Puasa Harga Sembako Masih Stabil, Pembeli Cenderung Sepi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Menjelang Ramadhan 1439 Hijriah/2018 Masehi, harga sembilan bahan pokok di sejumlah pasar di Gunungkidul cenderung stabil. Begitupun yang terlihat di Pasar Argosari, Wonosari. Sejumlah barang kebutuhan pokok dan sayur-sayuran masih berada di harga aman.

Berdasarkan pantauan sorot.co, sejumlah pedagang masih menjual barang dagangannya dengan harga yang relatif sama. Misalnya untuk harga beras berada di kisaran Rp 10.500 sampai Rp 13.000. Pun begitu dengan harga minyak Rp 12.000 per liter, gula pasir Rp 12.000 per kilogram dan garam Rp 8.500.

Kemudian harga cabai berada di kisaran harga Rp 20.000 hingga Rp 25.000. Harga bawang merah yakni Rp 33.000 per kilogram dan bawang putih Rp 20.000 per kilogram. Namun untuk harga telur mengalami sedikit kenaikan dimana semula berada di harga Rp 22.000 per kilogram naik Rp 1.000 menjadi Rp 23.000 per kilogramnya.

Meski masih stabil, namun anggapan harga kebutuhan pokok dan sayur-sayuran naik menjelang bulan Ramadhan membuat beberapa pedagang mengalami penurunan omzet. Pasalnya para pembeli jadi enggan berbelanja lebih lantaran belum mengetahui apabila harga-harga tersebut belum mengalami kenaikan berarti.

Seperti yang dikeluhkan salah satu pedagang di Pasar Argosari, Eni. Jika ia biasanya mengantongi omzet hingga Rp 3 juta per harinya, kini ia hanya mendapatkan Rp 1,5 hingga Rp 2 juta per hari.

Isu harga jual bahan pokok yang melonjak di awal puasa membuat omzet kami jadi menurun,” pungkasnya, Rabu (16/05/2018).

Menurut Eni yang sudah berjualan 4 tahun di Pasar Argosari ini, kelonjakan harga justru mulai terjadi menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, jumlah permintaan yang besar dari konsumen tidak diimbangi dengan hasil panen petani. 

Karena banyak petani dan pemasok barang lainnya yang libur saat hari raya lebaran,” ucap dia. (Sepdita)