Tokoh Agama dan Pemerintah Sepakat Perangi Aksi Terorisme
Hukum & Kriminal

Tokoh Agama dan Pemerintah Sepakat Perangi Aksi Terorisme

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Rangkaian aksi pengeboman tempat ibadah dan kantor kepolisian yang terjadi beberapa waktu ini di Kota Surabaya, Jawa Timur membuat keprihatinan dan duka mendalam bagi masyarakat. Upaya antisipasi terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk meminimalisir terjadinya hal serupa di daerah lain.

Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Seluruh lapisan masyarakat, tokoh agama, ulama, TNI, Polri dan Muspida menggelar audiensi untuk memerangi taksi atau upaya terorisme.

Pasca adanya aksi peledakan bom di sejumlah titik, Kepolisian Resor Gunungkidul langsung berupaya semaksimal mungkin untuk memperketat penjagaan baik di tempat umum, peribadatan dan kantor kepolisian. Ratusan personil pun disiagakan untuk melakukan penjagaan dan pemeriksaan.

Tak hanya itu, dari berbagai elemen masyarakat pun juga mendesak pemerintah untuk berupaya dalam memerangi aksi terorisme yang semakin tak karuan ini. Tindakan-tindakan tegas dari kepolisian pun juga ditunggu jika sekiranya memang terdapat adanya indikasi terorisme di daerah. Hal itu dirasa sangat perlu dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketenangan warga.

Bupati Gunungkidul, Hj.Badingah mengatakan, selain pihaknya begitu mengapresiasi terhadap tindakan dari kepolisian dan pihak lainnya dalam memerangi terorisme dan radikalisme, pihaknya juga menghimbau pada masyarakat untuk lebih jeli dalam bergaul. Peran masyarakat dalam hal ini juga sangat penting, sehingga segala sesuatunya dari masyarakat dulu.

"Peran masyarakat harus lebih optimal lagi, harus lebih peka dengan lingkungan sekiranya ada yang ganjal dan mencurigakan wajib lapor ke pihak yang berwenang," imbuh dia, Rabu (16/05/2018).

"Caranya tentu ada banyak hal, sekiranya memang ada pendatang yang gerak geriknya tidak biasa patut untuk dicurigai. Pos-pos ronda yang ada juga harus dioptimalkan kembali tentunya," kata Badingah.

Sementara itu, Kapolres Guungkidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan, pihaknya akan tetap meningkatkan penjagaan di beberapa tempat guna mengantisipasi masuknya faham radikalisme maupun tindakan lainnya. Kepolisian lebih mengedepankan tindakan represif dan preventif dengan bekerjasama dengan instansi terkait.

"Tindakan seperti itu sangat perlu dilakukan. Kesadaran masyarakat mengenai rentetan aksi tersebut harus lebih ditingkatkan kembali," imbuh dia.

Dengan diikuti oleh sejumlah tokoh penting dan antar umat beragama, Gunungkidul bersepakat untuk melawan radikalisme dan aksi terorisme yang sekarang semakin nekat melakukan tindakan-tindakan.

"Tentu kita harus lebih bersinergi lagi dalam menghadapi kondisi seperti ini. Meski di wilayah kita tergolong aman, tentu sebagai antisipasi wajib kita lakukan," tutup dia.