Tarawih Keliling Perdana Bupati, Bangsal Sewoko Projo Penuh Jamaah
Gema Ramadhan

Tarawih Keliling Perdana Bupati, Bangsal Sewoko Projo Penuh Jamaah

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Memasuki bulan Ramadhan 1439 Hijriah, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah dan wakilnya Immawan Wahyudi beserta jajaran melakukan agenda rutin tahunan, tarawih keliling. Adapun kegiatan ini diawali di Bangsal Sewoko Projo, Kamis (15/05/2018) malam.

Safari Ramadhan atau tarawih keliling (tarling) bersama Bupati merupakan agenda tahunan Pemkab Gunungkidul. Kegiatan ini sendiri dibentuk sebagai sarana untuk memperkuat kehidupan guyup rukun yang sudah menjadi ciri khas masyarakat Gunungkidul.

Selain itu, tarling juga dinilai sebagai ajang silaturahmi antara pemimpin dengan masyarakat yang dipimpinnya. Tak heran apabila Bangsal Sewoko Projo pada Kamis malam berjubel dipenuhi jamaah yang ingin ikut ibadah tarawih bersama Bupati.

Kegiatan yang diawali dengan ibadah Isya berjamaah, tarawih, dan dilanjutkan dengan ceramah ini berlangsung dengan khusuk. Dalam tarling perdana ini, Ustadz Yamari ditunjuk sebagai imam solat sekaligus penceramah.

Dalam isi ceramahnya, ia mengatakan, umat Islam harus memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik mungkin. Pasalnya, Ramadhan diibaratkan seperti besi yang masih panas dimana apabila seseorang gagal menempa maka gagal pula dalam membentuk besi panas tersebut.

Begitupun dalam Ramadhan. Apabila kita gagal memanfaatkan dengan baik bulan yang penuh berkah ini, puasa yang kita dapat hanya haus dan lapar saja, pahalanya tidak,” tutur dia.

Yamari mencontohkan, amalan yang dapat dilakukan bisa berupa menghindari perkataan jelek yang dapat merusak pahala. Sehingga momentum 29 hari bulan puasa ini harus dilatih mempunyai karakter temporer khusus, seperti berbicara yang halus dan tahan banting. 

Fungsi manusia di dunia ini hanya 3, yaitu sebagai hamba yang taat kepada Allah, diutus sebagai khilafah di bumi, dan diciptakan sebagai pemakmur dunia,” terang dia.

Oleh karenanya, kejadian yang akhir-akhir ini menimbulkan keresahan di masyarakat yakni permasalahan bom bunuh diri di Surabaya, dinilai tidak mencerminkan 3 fungsi manusia. Pasalnya, teror bom yang mengatasnamakan jihad tersebut dianggap termasuk kategori bunuh diri yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Padahal dalam Islam sendiri tidak ada ajaran bunuh diri. Bahkan Islam sangat melarang dan menjanjikan neraka bagi orang yang melakukannya,” tandas Yamari.

Jadi 29 hari kita harus berlatih untuk menjadi orang yang kekar, menjadi orang yang tahan terhadap cobaan yang ada, dan tidak gampang mengeluh, imbuhnya. (Sepdita)