Serangan Mengganas, Warga Resah Dihantui Monyet Ekor Panjang
Peristiwa

Serangan Mengganas, Warga Resah Dihantui Monyet Ekor Panjang

Tepus,(gunungkidul.sorot.co)--Nasib sial nyaris selalu dialami oleh sebagian besar petani Desa Tepus, Kecamatan Tepus. Pasalnya mereka sering merasakan gagal panen setiap kali monyet ekor panjang menyerang tanaman.

Bahkan informasinya, hampir separuh jumlah padukuhan di Desa Tepus terpaksa menelan kenyataan pahit lantaran harus berbagi hasil panen dengan monyet. Fenomena monyet ekor panjang yang merusak tanaman warga itu terjadi sejak lama dan hingga kini belum juga terselesaikan.

Menurut Surismanto, Dukuh Walangan, Desa Tepus, ia berulangkali mendapatkan keluhan dari warga terkait serangan monyet ekor panjang yang semakin meresahkan. Di musim tanam palawija, warga sering gagal panen karena monyet yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan ekor selalu mengobrak-abrik tanaman petani.

Bahkan demi padi, petani harus menjaga sawah mereka seperti orang siskamling agar tanaman mereka tidak dicuri monyet.

"Kalau tidak ingin kemalingan, ya harus siap jaga di ladang pagi sampai sore. Biasanya pada gantian jaga. Sebab kalau tidak ditunggu, 10 menit saja bisa langsung ludes," terang Surismanto, Jumat (18/05/2018).

Pada saat berjaga di ladang pun bukan hanya satu orang, namun 2 sampai 3 orang mengantisipasi serangan besar-besaran kawanan monyet. Karena jika jumlah monyet kebetulan sedang bergerombol banyak, terkadang membuat petani kewalahan dalam mengusirnya. 

"Monyet itu sangat mengganggu pertanian. Sebenarnya petani ingin menanam palawija, tapi takut rugi diserang monyet. Lalu terpaksa sebagai alternatif sebagian petani menanami lahan dengan sengon laut," imbuh Surismanto.

"Kalau kemarau panjang apa saja dimakan, bahkan batang kayu saja monyet mau. Belum lama ini ada yang sempat masuk ke pemukiman dan makan ayam. Bahkan juga yang sampai masuk dapur rumah," sambung dia.

Menurut Surismanto, serangan monyet semakin ganas karena habitat mereka telah rusak. Apalagi saat musim kemarau, mereka sulit mencari makanan dan akhirnya nekat masuk ke pemukiman.

Surismanto berharap, masalah monyet ekor panjang yang meresahkan warga harus segera mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah. Jika terus dibiarkan, maka hal ini dapat berpengaruh terhadap menurunnya hasil pertanian. Terlebih lagi dari tahun ke tahun jumlah populasi monyet dirasa semakin meningkat. (sepdita)