Peran Perempuan Dalam Pemilu Dinilai Masih Minim
Politik

Peran Perempuan Dalam Pemilu Dinilai Masih Minim

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Keterlibatan perempuan dalam pesta demokrasi pemilihan umum dianggap masih minim. Padahal peran perempuan baik sebagai peserta, penyelenggara dan pemilih dalam pemilu sangatlah penting. Untuk itu, Panwaslu Gunungkidul terus berupaya mendorong kaum perempuan untuk ikut terlibat dalam pemilu.

Anggota Panwaslu Gunungkidul, Rosita mengutarakan, dari grafik yang ia miliki dari beberapa tahun lalu peran perempuan dalam berpolitik dan ikut terlibat dalam pemilu terus menurun. Dimisalkan jika perempuan diberi ruang atau kebebasan sebanyak 30 - 40 % baik sebagai peserta pemilu, penyelenggara dan pemilih, kesempatan itu tidak digunakan secara maksimal.

"Masih belum optimal kalau perempuan ikut berkontribusi pada pesta demokrasi. Pemahamannya masih cukup rendah juga, mereka beranggapan bahwa hal yang berbau politik lebih condong ke kaum laki-laki," kata Rosita, Jumat (18/05/2018).

Kondisi itulah yang mendorong Panwaslu terus melakukan pendekatan pada perempuan untuk ikut terlibat dalam kegiatan politik. Dengan begitu pemahaman mereka lebih terbuka. Kedudukannya sederajat dengan kaum laki-laki dan tentunya lebih menginspirasi kaum perempuan yang masih minim pemahaman. 

"Peran perempuan itu penting. Soalnya kan lebih paham yang dibutuhkan dan lebih mengerti kondisi di lingkungan, sehingga lebih optimal lagi jika program-program pemberdayaan dilaksanakan oleh perempuan," imbuh dia.

"Gelaran pemilu tentu tidak luput dengan praktek money politic. Peran perempuan dalam memerangi hal ini cukup kuat. Makanya kami terus gencar melakukan pendekatan terhadap mereka," pungkas dia.