Dua Nama Terpidana Salah Ketik, Eksekusi Kasus Korupsi Tertunda
Hukum & Kriminal

Dua Nama Terpidana Salah Ketik, Eksekusi Kasus Korupsi Tertunda

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Beberapa bulan lalu mantan Sekretaris DPRD Gunungkidul, Aris Purnomo terpidana kasus korupsi tunjangan anggaran dewan tahun 2003-2004 dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul, kini tersisa beberapa terpidana yang masih belum menjalani masa hukumannya.

Sebanyak 8 terpidana yang masih bebas melakukan aktifitas akan segera dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul beberapa waktu kedepan. Petugas saat ini masih menunggu revisi surat putusan eksekusi terhadap 8 terpidana korupsi tersebut.

Sebenarnya, beberapa waktu lalu sudah akan dilakukan eksekusi terhadap 8 mantan anggota DPRD, namun karena faktor surat putusan dari Mahkamah Agung terdapat kekeliruan, maka berkas yang telah diterima oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul terpaksa dikembalikan.

Eksekusi terhadap terpidana korupsi itu akhirnya terpaksa ditunda dan menunggu hingga revisi dari Mahkamah Agung.

"Terdapat dua nama terpidana yang salah ketik. Meski hanya salah satu huruf saja harus kami kembalikan. Itu sesuai dengan prosedur yang ada," ucap M. Darojat, Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Jumat (18/05/2018).

Adapun dua nama yang dimaksud adalah Untung Nurjaya dan Sayun Marini yang terdapat kekeliruan dalam penulisan, sehingga belum bisa dilakukan eksekusi sesuai yang diharapkan. 

"Lama atau tidaknya kami tergantung dari Mahkamah Agung. Begitu itu turun dan kami pelajari, baru kami bertindak untuk melakukan eksekusi," imbuh dia.

"Harapan kami juga cepat turun dan eksekusi. Sehingga kami tidak ada tunggakan kasus yang belum terselesaikan. Kasus ini pun tentu menjadi pembelajaran bersama, sehingga kedepan perkara korupsi di Gunungkidul dapat diminimalisir, terlebih yang menyangkut pejabat penting," pungkasnya.