Masih Banyak Warga Gunungkidul Abaikan Deteksi Dini Penyakit Kanker
Gaya Hidup

Masih Banyak Warga Gunungkidul Abaikan Deteksi Dini Penyakit Kanker

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan ketidaknormalan sel dalam tubuh melakukan pembelahan secara abnormal atau dalam jumlah banyak. Penyakit jenis ini merupakan penyakit tidak menular, namun masuk ke dalam salah satu penyakit ganas yang dapat menyebabkan kematian.

Penyakit yang biasanya didominasi oleh kaum perempuan ini kebanyakan menyerang di leher rahim (serviks) dan juga payudara. Di Gunungkidul kanker serviks dan payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan kasusnya.

Tercatat di puskesmas seluruh Gunungkidul, tahun 2017 jumlah wanita yang memeriksakan kanker hanya 1022 wanita usia subur dimana 20 diantaranya positif kanker. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2016 yang berkisar 500-600an pemeriksa dan 10 orang positif.

Pentingnya pemeriksaan sejak dini bertujuan agar penyakit tersebut segera mendapatkan penanganan dan tidak menyebar. IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin yang dapat dilakukan di puskesmas setempat.

"Bahkan puskesmas setempat jika dipanggil untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat masalah kanker mereka siap datang. Kalau mau memeriksa kanker dengan cara IVA cukup murah yaitu Rp 45.000 di puskesmas" terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, Jumat (18/05/2018).

Menurutnya, data pelapor yang sedikit tersebut, bisa diakibatkan karena masyarakat kurang peduli dengan kesehatan saat ini. Mereka merasa sehat-sehat saja padahal beberapa diantaranya sudah terindikasi terkena kanker namun belum masuk stadium lanjut. 

Karena pada dasarnya semua manusia berpotensi terkena kanker, tergantung pola hidupnya yang dapat menentukan percepatan pertumbuhan sel kanker tersebut. Kalau sudah parah, nampaknya masyarakat baru bertindak. Alangkah baiknya kalau sejak dininya yang bertindak imbuhnya.

Padahal, lanjut Priyanta, apabila ukuran stadiumnya masih kecil, dokter masih bisa menanganinya dengan mengambil sel ganas tersebut. Namun apabila dilaporkansaat kanker sudah menyebar dan masuk stadium lanjut, walau sudah diambil akarnya, namun dokter biasanya angkat tangan.

"Selama ini kami sudah menginstruksikan kepada puskesmas di Gunungkidul untuk melakukan sosialisasi bahaya kanker kepada masyarakat. Mulai dari ibu ibu PKK, kader kader desa, hingga pelajar semuanya sudah kita coba berikan wawasan. Baru kota Wonosari yang menjadi pelapor terbanyak selama ini," ungkap dia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengadakan rapat membahas program kerja jangka panjang, menengah maupun jangka pendek. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan angka penderita kanker di Gunungkidul.

"YKI ini nantinya akan mendidik masyarakat untuk sadar kanker, mengapa di Gunungkidul hanya 1000an yang melapor karena baru segitu yang sadar, padahal diprediksi bahwa dalam 1000 penduduk ada 4 yang positif mengidap kanker" terangnya.

Priyanta juga memberikan tips agar masyarakat dapat terhindar dari resiko kanker yang mematikan yaitu dengan menjaga pola hidup sehat. Adapun cara tersebut yakni mengurangi makanan yang dibakar, menghindari makanan yang digoreng dengan minyak yang digunakan berulang ulang, perbanyak makan sayur, berhenti merokok/menghindari asap rokok, olahraga yang pas dan juga istirahat yang cukup.

"Masalah kanker di Gunungkidul menepati peringkat ke 3 di DIY. Penyelesaian masalah penyakit ini bukan hanya tugas dari dinas kesehatan, namun juga tugas kita semua. Peran aktif warga untuk memeriksa ke puskesmas setempat sangat diharapkan" imbuhnya. (Sepdita)