Awas! Makanan Kadaluarsa Ditemukan Beredar di Pasar
Peristiwa

Awas! Makanan Kadaluarsa Ditemukan Beredar di Pasar

Semin, (gunungkidul.sorot.co)--Menjelang Lebaran, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menggelar sidak di beberapa pasar tradisional. Salah satunya di Pasar Semin sebagai salah satu pasar tradisional terbesar yang ada di Gunungkidul, Kamis (07/06/2018).

Dinas Kesehatan dalam hal ini merangkul beberapa pihak seperti Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka membidik 3 sampel tempat grosir yang menjual makanan kemasan, produk UMKM, roti kering dan jajanan kemasan.

"Biasanya toko kelontong yang besar-besar itu biasanya ada juga," jelas Kasi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Agung Arinto.

Guna memberikan jaminan mutu kepada masyarakat, dinas melakukan pemeriksaan pada parameter seperti tanggal kadaluarsa, kelayakan kemasan dan organoleptis yang menjadikan penentu produk layak konsumsi atau tidak. 

Dalam sidak kali ini ditemukan sebanyak 13 jenis produk tak layak konsumsi. Seperti makanan hingga minuman dari merek terkemuka di Indonesia, tak memiliki nomor Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan kadaluarsa. Adapun beberapa makanan tersebut meliputi jenis biskuit, kue kering, mie dan beberapa minuman.

Atas temuan tersebut, petugas mengimbau kepada pemilik yang menjual barang-barang tak layak makan tersebut agar ditarik dari tokonya. Selain itu, mereka juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan jika tetap mengedarkan barang tersebut akan ada sanksi yang dapat menjerat pemilik toko.

"Kalau produk kadaluarsa di konsumsi akan menyebabkan diare" imbuh Agung.

Sejumlah produk lainnya yang disinyalir mengandung pewarna sintesis berupa Rhodamin B turut dibeli petugas guna dilakukan uji laboratorium. Makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut dipercaya memiliki warna yang pucat dibandingkan makanan yang lainnya.

"Selain penyedia yang kita bina, masyarakat juga perlu kita tingkatkan kewaspadaannya akan produk yang tidak layak konsumsi," jelas Agung. [Sepdita]