Razia di Bulan Puasa, Penginapan Pantai Tak Tersentuh Petugas
Peristiwa

Razia di Bulan Puasa, Penginapan Pantai Tak Tersentuh Petugas

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Mendekati lebaran tahun 2018 Satpol PP Kabupaten Gunungkidul gencar melakukan operasi penegakan peraturan daerah. Setelah beberapa waktu lalu menyasar PNS dan siswa yang keluyuran di jam kerja, kali ini giliran sejumlah losmen yang menjadi target operasi petugas. Satu pasangan tidak resmi terciduk kala operasi di salah satu penginapan di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari.

Namun sayangnya, operasi yang menyasar sejumlah losmen di Kecamatan Wonosari, Saptosari dan Tanjungsari tersebut justru tidak sampai ke penginapan di pesisir pantai. Di Kecamatan Tanjungsari, petugas hanya menyasar 1 penginapan di pinggir jalan raya yang menawarkan harga sewa murah meriah.

Petugas terpantau tidak melanjutkan operasi mereka ke pesisir pantai. Padahal publik tahu jika di pesisir Pantai Baron ke arah timur hingga wilayah Kecamatan Tepus begitu banyak berdiri penginapan.

Berdasarkan pantauan sorot.co, operasi diawali dari kantor Satpol PP. Petugas menuju arah selatan dengan target pertama yakni penginapan di wilayah Kecamatan Saptosari. Tak mendapat target, petugas kemudian kembali melakukan penyisiran losmen di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Sama saja, petugas pun tidak mendapatkan buruan sesuai harapan.

Kendati jarak lokasi operasi di Kemadang menuju pantai hanya tinggal beberapa kilometer, namun petugas tampak enggan untuk meneruskan operasi ke wilayah pesisir pantai. Meski bukan rahasia lagi jika wilayah Tanjungsari khususnya pesisir pantai telah menjamur usaha penginapan.

Pengakuan dari salah seorang pengelola penginapan di Pantai Baron, secara terang-terangan mengakui jika di wilayah tersebut sangat jarang tersentuh razia baik dari kepolisian maupun Satpol PP. Berkaca dari razia Satpol PP kali ini, pernyataan pengelola itu rupanya bukan sekedar isapan jempol belaka.

Padahal di wilayah tersebut begitu banyak para pasangan resmi dan tak resmi yang sering keluar masuk penginapan, terutama saat hari libur. Belum ada tindakan tegas dari petugas yang seolah tebang pilih dalam razia, seakan memberikan angin segar bagi para pengusaha penginapan dengan beromset besar untuk mengeruk pundi-pundi rupiah.