Pungut Sumbangan Bangun Kamar Mandi, Begini Jawaban Kepala Sekolah
Pendidikan

Pungut Sumbangan Bangun Kamar Mandi, Begini Jawaban Kepala Sekolah

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Beberapa waktu lalu wali murid SD Negeri Siraman II, Kecamataan Wonosari mengeluhkan adanya pungutan atau sumbangan pembangunan kamar mandi dan uang perpisahan. Besaran pungutan keduanya dinilai terlalu membebani wali murid. Bahkan dari pihak wali murid sendiri merasa jika selama ini proses rembugan soal itu tidak dilibatkan.

Menanggapi keluhan sejumlah wali murid tersebut, Kepala Sekolah SD Siraman II, Parni mengatakan jika pihaknya tidak melakukan pungutan terhadap wali murid. Kala itu, pihak sekolah berkeluh kesah dengan Komite mengenai adanya kekurangan sarana prasarana seperti kamar mandi dan kipas angin.

Hal itu karena selama ini sekolah baru memiliki 2 kamar mandi dan 1 kipas angin itupun bantuan dari perorangan. Menanggapi keluhan tersebut, pengurus komite sekolah yang belum lama diganti tersebut lantas mengupayakan untuk melakukan pembuatan kamar mandi. Dengan dalih beramal dan bersodakoh, dari pihak komite lantas meminta sumbangan kepada wali murid.

"Waktu rembugan itu wali murid juga kami tanya kok. Soal besaran 120 ribu itu kesepakatan mereka juga. Toh kalau mereka yang punya anak lebih dari di sini bayarnya tetap 120 ribu. Meskipun ada yang bayar dobel tapi itu kemauan mereka sendiri," kata Kepala Sekolah, Parni didampingi 2 orang Komite Sekolah, Kamis (07/06/2018).

"Kita cuma punya 2 kamar mandi itu pun kami rasa sangat kurang. Kalau pengadaan kipas angin karena memang untuk menunjang kenyamanan anak-anak dalam proses kegiatan belajar," imbuh dia.

Disinggung mengenai besaran total dana yang dikeluarkan untuk membangunan 3 kamar mandi dan pengadaan 5 unit kipas angin, pihak komite dan kepala sekolah tak bisa menjawab gamblang.

Menurut Parni, meski proses pembangunan kamar mandi telah selesai namun untuk laporan keuangan masih dalam proses.

"Belum bisa disampaikan dari pihak komite masih melakukan perhitungan. Kalau besaran harga barang yang kami naikkan itu istilahnya untuk njagani bila besok mau ada pembangunan lagi. Toh pasirnya juga masih material lain juga masih tersisa sedikit," imbuh dia.

Sekolah terpaksa meminta bantuan dari komite untuk pembangunan kamar mandi dan pengadaan kipas angin lantaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah tidak bisa digunakan untuk kepentingan tersebut. Meskipun dapat digunakan untuk pemeliharaan atau perawatan, namun masih sangat kurang. Karena yang menjadi fokus yakni untuk pengadaan buku sekolah.

"Itu kan kembali ke diri sendiri. Mosok iya anak lulus dari orang tua tidak akan memberikan hadiah atau suport melalui hal seperti itu," pungkas Parni.