Sholat Idul Fitri Tersebar di Ratusan Titik, Ceramah Bakal Diawasi
Peristiwa

Sholat Idul Fitri Tersebar di Ratusan Titik, Ceramah Bakal Diawasi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul telah menyiapkan sebanyak 741 titik Sholat Idul Fitri yang menyebar di seluruh daerah. Ratusan titik tempat sholat tersebut disiapkan bagi umat muslim di Gunungkidul, termasuk para pemudik. Pengawasan isi ceramah juga akan dilakukan oleh jajaran Kemenag.

Kepala Kemenag Kabupaten Gunungkidul, Aidi Johansyah mengatakan, tempat penyelengaraan sholat Idul Fitri tersebut berada di lapangan maupun masjid. Meskipun demikian diharapkan tidak mempengaruhi kekhusyukan para jamaah dalam menjalankan ibadah.

Pada pelaksanaannya kedepan, Sholat Idul Fitri juga akan mendapat pengamanan ketat dari gabungan aparat keamanan. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang dapat merugikan umat muslim saat menjalankan ibadah.

Guna Menghindari dan meminimalisir adanya isi ceramah yang mengandung paham-paham politik dan berbau kampanye, dari Kemenag sendiri telah berupaya melakukan pembinaan dan meminta Kepala KUA dan penyuluh untuk melakukan pengawasan.

"Melalui dua unsur itu diharapkan dapat menyampaikan maksud kami. Yakni jangan sampai ada isi ceramah yang mengandung paham persilisihan dan politik," kata Aidi Johansyah, Jumat (08/06/2018).

Untuk menjaga stabilitas negara dan persatuan kesatuan bangsa, pihaknya juga telah menentukan tema yang wajib disampaikan oleh para penceramah yakni membangun kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Hidup berdampingan dengan latarbelakang, kultur dan agama yang berbeda tidaklah menjadi kendala untuk menjunjung kebersamaan. 

Untuk itu, tema tersebut wajib disampaikan ke jamaah sholat Idul Fitri guna menggugah kembali nurani umat mengenai keberagaman, persatuan dan kerukunan. Dengan begitu orang tidak akan mudah terpengaruh pada paham yang keliru terlebih radikalisme, terorisme dan ekstremisme.

Aidi berpesan hendaknya pada momen Idul Fitri mendatang dimaknai dengan perubahan sikap yang semula negatif menjadi positif. Umat muslim hendaknya lebih dapat berfikir luas, rasiononal dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.