Bulan Puasa, Judi Telur Cicak Marak di Gunungkidul
Peristiwa

Bulan Puasa, Judi Telur Cicak Marak di Gunungkidul

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kendati Bulan Ramadhan, perjudian jenis lotre telur cicak kembali marak mewabah di Kabupaten Gunungkidul. Bahkan lotre tersebut terpajang di warung-warung pedesaan. Tak hanya kalangan dewasa yang kecanduan, anak-anak pun sesekali penasaran dan ikut mencoba peruntungan.

Lotre telur cicak salah satunya dijumpai di sebuah warung mie ayam pinggiran di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Di bulan puasa ini, meski penjualan mie ayam tutup namun untuk penjualan lotre masih tetap buka setiap harinya.

Selembar kertas karton bertempelkan lipatan kertas kecil bercap maupun kosongan tertempel di dinding sebelah selatan warung. Karton tersebut tak hanya tertempel kertas, melainkan juga hadiah beberapa bungkus rokok, mulai dari sebungkus hingga satu slop yang bertuliskan angka.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah warga berdatangan untuk membeli lotre. Tak hanya seribu dua ribu, bahkan ada pula warga yang sekali membeli habis puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

Kertas demi kertas pun dibuka namun hasilnya terus zonk. Satu kertas dibuka kosong, rasa ketagihan dan penasaran pun terus muncul dan mendorong untuk kembali membeli.

Hadiah yang diincar pun jumlahnya tak seberapa. Hanya satu bungkus rokok atau 1 slop rokok berisi 10 bungkus terdiri dari berbagai merk. Jika tak menginginkan rokok dapat ditukarkan dengan uang dengan harga yang disepakati.

"Buat mengisi waktu aja sih. Daripada mau ngapain juga bingung. Jadi ke warung sini buat beli lotre, siapa tahu ada capnya dan dapat rokok," terang salah satu pembeli, Jumat (08/06/2018).

Sementara itu S, perempuan penjual lotre menuturkan bahwa ia membuka warungnya setiap hari. Meski bulan puasa tetap ada saja orang yang berkunjung ke warungnya. Walau begitu penjualannya tidak seramai hari biasanya. 

Dikatakan, satu lembar kertas karton yang ia pampang di warung berisi sedikitnya 3.000 kertas kecil yang bercap dan kosong secara acak. Satu lotre dijual seharga seribu rupiah.

S sendiri mengaku telah lama menggeluti bisnis mie ayam dan menjual lotre. Mulai dari anak-anak, hingga kalangan muda serta tua nyaris setiap hari datang membeli lotre.

"Udah lama juga jualan di sini. Kalau seperti ini cuma disetori dari Klaten," pungkas dia.