Kreatif, SMP 1 Panggang Sulap Singkong Jadi Cassava
Pendidikan

Kreatif, SMP 1 Panggang Sulap Singkong Jadi Cassava

Panggang, (gunungkidul.sorot.co)--Siswa-siswi SMP Negeri 1 Panggang memang kreatif. Meski jauh dari pusat Kota Wonosari, namun sumber dayanya mampu membuat program unik yang dimasukkan dalam mata pelajaran muatan lokal.

Adalah pembuatan cassava, yakni tepung yang dihasilkan dari bahan dasar singkong. Ide kreatif ini muncul agar siswa-siswinya bisa produktif menghasilkan sesuatu. Apalagi, tepung dari singkong ini bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai olahan produk kue.

Sekolah yang berlokasi di Padukuhan Panggang III, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang ini sudah lebih dari 10 tahun melestarikan kegiatan pembuatan cassava. Mengingat singkong di Gunungkidul cukup melimpah, menambah nilai plus bagi program ini. Sehingga siswa diajarkan untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal.

Bagian Kesiswaan SMP 1 Panggang, Heru Sudyatmaka mengatakan, cara pembuatan cassava ini tergolong cukup mudah. Pertama, siapkan singkong yang telah dikupas kulitnya lalu diparut. Hasil parutan tersebut lalu dijemur kemudian ditumbuk halus dan diayak. Dari ayakan itu lah akan terbentuk butiran-butiran halus yang dapat menggantikan peran tepung untuk membuat kue.

Tepung tersebut dapat disulap menjadi berbagai macam olahan kue seperti brownies, nastar, kastengel, dan kue-kue kering lainnya hingga cendol,” terang Heru, Sabtu (09/07/2018).

Dilanjutkannya, pembuatan tepung cassava tersebut dilakukan oleh 192 siswa-siswi yang berada dibawah didikan guru boga, Umi Suryati. Hasilnya pun tak hanya isapan jempol belaka, produk-produk mereka pun telah dipamerkan di beberapa event pameran setingkat desa dan kecamatan. 

Sementara itu, Wakil Kepala SMP 1 Panggang, Triliswati mengatakan, produk yang dihasilkan murid-muridnya cukup layak untuk dipamerkan keluar dan dijual sebagai produk kewirausahaan. Sehingga pihaknya akan terus mempertahankan pembelajaran pembuatan tepung cassava, sehingga dapat terangkat ke permukaan.

"Yang jelas anak-anak di sini dibekali kewirausahaan. Karena produk yang dihasilkan anak-anak sudah layak lah," jelas Triliswati. [Sepdita]