Dituding Biang Kerok Keracunan Massal, Bu Surat Beberkan Makanan Takjil
Peristiwa

Dituding Biang Kerok Keracunan Massal, Bu Surat Beberkan Makanan Takjil

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Puluhan warga Padukuhan Karangasem, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari yang diduga keracunan usai menyantap menu takjil masih mengeluhkan rasa pusing dan mual. Bahkan beberapa orang dikabarkan masih dirawat di beberapa rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Menanggapi hal itu Si pemberi takjil, Rati Suratmi, warga Karangasem mengaku masih sangat shock dan bingung atas kejadian yang menimpa puluhan warga itu. Pasalnya niat baik diri dan keluarga untuk berbagi kepada masyarakat sekitar khususnya anak-anak yang TPA justru berujung petaka.

Bu Surat, sapaan akrabnya membeberkan bahwa bahan makanan yang digunakan untuk memasak masih dalam kondisi fresh. Sebanyak 150 paket makanan dengan menu nasi merah, balado telur dan tahu bacem ia bagi ke 3 masjid. Selain menu nasi, ia juga membagikan minuman berupa dawet yang berisi pepaya, melon serut dan irisan sawon.

"Bingung dan shock tentunya saat mendengar kabar banyak yang mengeluhkan sakit bahkan sampai masuk rumah sakit," kata ibu tiga orang anak itu, Minggu (10/06/2018).

Disinggung mengenai bahan makanan, ia mengaku jika beras merah yang digunakan sama seperti yang ia konsumsi sendiri. Sedangkan telur yang digunakan untuk dibuat balado dibeli di salah satu PT di wilayah Kepil, Mulo. Memasaknya pun seperti biasa, tidak ada hal yang berbeda. Bumbunya juga tidak ada yang ia kurangi dan ditambah. 

"Waktu mau buat takjil itu 5 kg telur saya kocok jadi satu terus saya goreng pakai cetakan kue. Maksud saya juga biar ukurannya sama. Saya masak sendiri sama Mbah Buyut mulai dari jam 6 pagi dan dibagikan menjelang buka puasa," tambah Surat.

"Padahal tiga anak dan suami saya juga makan, tapi biasa saja tidak ada yang aneh dan mengalami sakit seperti yang lain," imbuh dia.

Menyusul adanya kejadian tersebut, Kepala UPT Puskesmas Wonosari I, Ariningsih Indriyati menuturkan bahwa pihaknya telah mengambil sampel sisa makanan takjil yang diduga menyebabkan keracunan massal.

Sampel makanan dibawa ke laboratorium untuk dicek. Hasil lab tidak langsung jadi, kemungkinan 1 mingguan,” tandasnya.