Unik, Pos Pam di Bundaran Siyono Angkat Budaya Gunungkidul
Peristiwa

Unik, Pos Pam di Bundaran Siyono Angkat Budaya Gunungkidul

Playen, (gunungkidul.sorot.co)-- Demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan jelang Lebaran ini, Polres Gunungkidul mendirikan sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) Lebaran di beberapa titik.

Dari beberapa Pos Pam tersebut, ada salah satu yang dapat menyita perhatian para pengguna jalan. Yakni Pospam di Simpang Lima atau bundaran Siyono yang menampilkan bangunan unik pada bagian depan dan dalamnya. Berbeda dengan Pos Pam lainnya yang hanya dibangun sederhana, namun Pos Pam Siyono ini dibangun dengan beberapa ornamen dan juga gapura yang cukup indah.

Meskipun hanya dibangun menggunakan limbah kayu hasil gergaji, namun 2 buah gapura unik membuat pintu Pos Pam nampak lebih berbeda. Di dalamnya terdapat beberapa kursi yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat dengan model Gagrak Jawa. Selain itu dinding bagian dalam ditempeli banner dengan motif batik, serta bunga-bunga cantik turut memperindah ruangan.

"Kalau kayu kita menggunakan kayu lama semua, seperti kursi ini. Kalau yang gapuranya limbah-limbah hasil gegraji yang tidak kepakai," terang Brigadir Frendi Eri W selaku petugas kepolisian yang berjaga, Senin (11/06/2018).

Menurut Brigadir Frendi, dibangunnya Pos Pam yang unik tersebut lantaran mengusung tema yang berkaitan dengan kearifan lokal di Gunungkidul. Mulai dari ornamen sapi-sapian yang berada di depan gapura, alat luku tradisional dan juga kentongan nampak mengangkat ciri masyarakat Gunungkidul yang bermata pencaharian sebagai petani. 

"Karena ciri khasnya Gunungkidul, kita angkat adat budaya Gunungkidul, seperti luku dan kursi Jawa," imbuhnya.

Pos yang didirikan sejak tanggal 7 Juni 2018 kemarin itu juga diperbolehkan untuk digunakan pengendara berfoto ria sekaligus istirahat. Rencananya, selain untuk lokasi pengamanan, Pos Pam Siyono tersebut juga akan diikutkan lomba tingkat Polda DIY.

"Karena lomba Pos Pam tingkat DIY, Gunungkidul diwakilkan di Pos Pam Siyono, dihitung tanggal 7 sampai 24 Juni," jelas Frendi. [Sepdita]