Santuni Anak Yatim Berupa Uang dan Peralatan Sekolah Lewat Berbagi Untuk Negeri #3
Sosial

Santuni Anak Yatim Berupa Uang dan Peralatan Sekolah Lewat Berbagi Untuk Negeri #3

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Puluhan pemuda dan seniman Gunungkidul yang begitu menjunjung jiwa sosial, menyelenggarakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian mereka bagi warga Gunungkidul yang kurang beruntung. Senin (11/06/2018), Berbagi Untuk Negeri #3, digelar di Balai Desa Siraman, Kecamatan Wonosari untuk berbagi dan buka bersama dengan puluhan anak panti asuhan.

Berbagi Untuk Negeri #3 ini digagas oleh para pemuda dan beberapa seniman seniwati ternama di Gunungkidul, sebagai wadah mereka untuk menyalurkan hak-hak anak yatim piatu dan kurang mampu. Puluhan anak dari panti asuhan di wilayah Playen, Karangmojo dan Wonosari dikumpulkan jadi satu untuk mengikuti acara tersebut.

"Ada sedikitnya 80 penghuni 3 panti di Gunungkidul dan beberapa anak-anak lingkungan Siraman yang ikut kegiatan bakti sosial ini," kata Iwan Dolphin, Ketua Panitia acara tersebut, Senin (11/06/2018).

Lebih lanjut, selain santunan berupa uang yang diberikan oleh gabungan pemuda dan seniman seniwati ini, juga memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai, bahan makanan instan dan peralatan sekolah seperti buku-buku. Peralatan ini dianggap paling dibutuhkan para penghuni panti, mengingat sebagian besar mereka masih diusia pelajar. 

"Kegiatan ini sudah tiga kalinya kami gelar. Paling tidak ya sedikit membantu mereka yang membutuhkan," tambah dia.

Dari pengumpulan dana baik dari anggota maupun melalui berbagai media selama sebulan lalu, terkumpul sebanyak Rp 13 juta. Belum lagi bantuan yang masuk berupa bahan makan, alat tulis dan pakaian layak. Acara yang dikemas cukup meriah dengan hiburan electone lagu islami itu berlangsung hingga mendekati sholat tarawih.

Para peserta nampaknya cukup menikmati acara tersebut. Sisi lain yang dibidik oleh perkumpulan ini ialah merekatkan hubungan silaturahmi semua orang. Sehingga terjalin hubungan baik satu dengan lainnya. Kemudian juga untuk meminimalisir terjadinya gesekan atau perpecahan, sikap kekeluargaan tentu sangat dijaga oleh penyelenggara kegiatan tersebut.