Peringati Nuzulul Quran, Warga Munggi Sajikan Ratusan Ingkung
Budaya

Peringati Nuzulul Quran, Warga Munggi Sajikan Ratusan Ingkung

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Malam ke-27 di bulan Ramadhan menjadi malam yang spesial bagi jamaah Masjid Ar Rohmah, Padukuhan Munggi, Desa Semanu, Kecamatan Semanu. Pasalnya pada peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan Senin (11/06/2018), ratusan ayam ingkung disajikan untuk kemudian dibagikan kepada jamaah masjid.

Selain peringatan Nuzulul Quran, pada malam ke 27 di bulan Ramadhan ini juga dibarengi dengan Khataman Tadarus Alquran. Oleh karenanya, sesuai dengan tradisi yang telah lama dilakukan oleh warga Munggi, sebanyak 102 ayam ingkung dan nasi uduk dijejerkan di dalam masjid untuk didoakan oleh ustadz. Selanjutnya, ratusan ingkung tersebut dibagikan ke jamaah yang hadir dalam pengajian tersebut.

Salah seorang takmir masjid, Salatun mengatakan, makna dalam kegiatan ini ialah sebagai bentuk sedekah warga pada bulan puasa kepada masyarakat lainnya dan mempererat tali persaudaraan. Selain itu juga mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa. Kegiatan yang dilakukan ini pun sesuai dengan syariat yang dahulu dilakukan oleh para tokoh agama lainnya.

"Juga sebagai ajang untuk kita semua bersedekah, mendekatkan diri dengan yang Maha Pencipta dan belajar ikhlas dalam menjalankan sesuatu," ucap Salatun.

Namun ada yang sedikit berbeda pada kegiatan peringatan Nuzulul Quran dan Khataman Tadarus ini, dimana ingkung sebagai simbol sedekah jumlahnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan jumlah tahun-tahun sebelumnya yakni hanya berkisar puluhan saja. Acara yang digelar di masjid ini juga dalam rangka membina remaja masjid untuk mengetahui tradisi-tradisi yang ada. 

Biasanya peringatannya dua hari. Tapi yang penting dalam bulan Ramadhan ini diselenggarakan di malam ke 27 atau 29 bulan Ramadhan,” ucapnya.

Pada acara ini dihadiri pula oleh sejumlah tokoh penting yakni Camat Semanu Huntoro Purbo, Kepala Desa Semanu Andang Yunanto, dan puluhan perangkat desa di wilayah Semanu.

"Agama dan tradisi kalau di sini, terus kami upayakan berjalan beriringan. Perkembangan jaman sekarang ini perlu dibentengi dengan iman dan pengetahuan yang kuat namun kita sebagai umat juga tidak boleh lupa dengan tradisi yang ada," tambah dia.