Hengkang dari Golkar, Kolaborasi Titiek Soeharto – Slamet Berakhir
Politik

Hengkang dari Golkar, Kolaborasi Titiek Soeharto – Slamet Berakhir

Nglipar,(gunungkidul.sorot.co)--Pergerakan politik menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 di Indonesia semakin dinamis, manufer untuk meraup suara rakyat para politikus pusat berdampak di daerah. Hengkangnya putri Presiden RI ke-2, Siti Hediati Haryadi, SE atau akrab dipanggil Titiek Soeharto dari Partai Golkar dan bergabung dengan Tommy Soeharto di Partai Berkarya cukup mengejutkan dan tentu saja akan mengubah strategi politikus yang selama ini melakukan kolaborasi.

Salah satunya anggota DPRD DIY dari Fraksi Golkar, Slamet, S.Pd, MM adalah tokoh politik yang sejak Pemilu 2014 berkolaborasi dengan Titiek Soeharto. Rumah Aspirasi Titiek- Slamet yang dibangun di Nglipar oleh 2 politikus pusat dan daerah ini tentunya akan berubah tujuan politiknya. Kolaborasi berakhir, pasalnya Titiek Soeharto yang meninggalkan Golkar tidak diikuti oleh Slamet yang bersikukuh loyal terhadap partai.

Rumah aspirasi masih tetap menjadi wadah aspirasi bagi warga masyarakat Gunungkidul, hanya saja nama Titiek Soeharto dan gambarnya hilang, sekarang tinggal nama Slamet, S.Pd, MM yang ada,”ulas Slamet, Selasa (12/06/2018).

Diungkap Slamet, sebelum pernyataan resmi hengkangnya Titiek Soeharto dari Partai Golkar ke Partai Berkarya tidak terjadi komunikasi dengan dirinya. Dia terkejut mendengar berita itu dan menyayangkan langkah yang diambil oleh mitra kolaborasinya. 

Saya menghormati sikap politik Bu Titiek dan semoga sukses di tempat yang baru. Selaku kader Partai Golkar yang dekat dengan Bu Titiek saya banyak mendapat pertanyaan dari kader lain, kawan seperjuangan, dan teman media, saya mengikuti Bu Titiek atau tidak, jawabnya tegas saya tetap berada di rumah besar Partai Golkar,”lanjut dia.

Kolaborasi Titiek Soeharto- Slamet dijalin sejak sebelum Pemilu Legislatif 2014 dan menghasilkan kesuksesan besar. Titiek Soeharto berhasil duduk di kursi DPR RI dan Slamet berhasil masuk sebagai anggota DPRD DIY periode 2014- 2019. Slamet saat diminta petunjuk harus pilih siapa untuk wakil di DPR RI oleh kader dan simpatisan Titiek Soeharto – Slamet, menjawab dengan bahasa politis.

Saya malah belum berpikir ke sana, ya kalau Bu Titiek nyaleg? Kader partai sudah tahu tugasnya, simpatisan berdasar simpatinya tak pandang partainya, itu yang terjadi di lapangan selama ini,”pungkasnya.