Jual Tiket Tak Sesuai Aturan, Belasan Pokdarwis Goa Pindul Dipanggil Dinas
Peristiwa

Jual Tiket Tak Sesuai Aturan, Belasan Pokdarwis Goa Pindul Dipanggil Dinas

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)-- Disinyalir pelayanan Obyek Wisata Goa Pindul selama ini kurang berjalan lancar, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul memanggil 11 operator pokdarwis Goa Pindul untuk melakukan mediasi di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Selasa (12/06/18) siang. Pemanggilan ini dilakukan guna menyelesaikan permasalahan yang ada di Goa Pindul.

Proses mediasi tersebut dilangsungkan secara tertutup selama kurang lebih 5 jam. Tidak hanya dihadiri oleh 11 operator pokdarwis saja, namun pihak BUMDes Desa Bejiharjo, juga dimediasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Hal ini lantaran permasalahan tersebut terjadi antara pokdarwis yang ada dengan pihak BUMDes.

Point yang ditekankan dalam rapat tersebut tidak lain yakni masalah klasik yang timbul di internal seperti penjualan tiket. Berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan, nominal harga tiket yang diberikan oleh BUMDes ke pihak pokdarwis tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Alhasil, perang harga terjadi diantara 11 pokdarwis tersebut hingga mengakibatkan harga tiket masuk antara pokdarwis satu dengan yang lainnya tidak sama.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, dikumpulkannya pokdarwis Goa Pindul ini untuk melakukan penandatanganan perjanjian baru antar operator dengan BUMDes. Hal ini dilakukan agar permasalahan yang terjadi benar-benar selesai dan tidak lagi terjadi konflik.

"Sebenarnya perjanjian tersebut sudah dilakukan tetapi tidak dijalankan dengan benar oleh sebagian operator, sehingga menimbulkan kecemburuan pada kelompok yang lain, " tutur Asti.

Dia melanjutkan, harga tiket yang ditetapkan secara resmi oleh BUMDes yakni Rp 40.000/orang. Namun para pokdarwis ini justru menjual lebih murah dibanding harga yang ditetapkan. Pasalnya, mereka saling bersaing untuk mendapatkan banyak pelanggan. Otomatis, semakin murah harga tiket yang ditawarkan, maka semakin banyak pula wisatawan yang datang ke mereka. 

Tak heran jika permasalahan ini menimbulkan kecemburuan sosial. Padahal semestinya, agar adil dan merata, para pokdarwis ini mengikuti aturan sebagaimana yang ditetapkan. Tidak hanya itu saja, permasalahan bertambah ketika hasil penjualan tiket sebagian tidak disetorkan ke pihak BUMDes. Padahal seharusnya, masing-masing menyisakan Rp 5.000 per tiket untuk setoran BUMDes.

"Dari hasil mediasi, semua operator sepakat melaksanakan peraturan yang ada dengan menjual tiket sesuai dari BUMDes, selain itu juga rutin setor Rp 5.000 ke BUMDes dan mengurangi persaingan harga, " imbuhnya.

Menyinggung mengenai hari Lebaran yang sudah dekat, pihaknya telah melakukan sejumlah atisipasi terhadap membludaknya pengunjung yang masuk ke dalam Goa Pindul. Beberapa teknis diberlakukan di mulut Obyek Wisata Goa Pindul dengan menerjunkan 11 operator yang akan saling bergantian mengatur jalannya masuk ke dalam Goa.

Dengan begitu diharapkan wisatawan yang masuk bisa lebih tertib dan tidak berdesak-desakan,” ucap Asti.