PDIP Memanas, Pengurus Anak Cabang Tuntut Transparansi Banpol Ratusan Juta
Politik

PDIP Memanas, Pengurus Anak Cabang Tuntut Transparansi Banpol Ratusan Juta

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Suhu politik di tubuh PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul belakangan ini memanas. Mendekati pemilu tahun 2019 situasi dan kondisi di internal partai justru semakin tidak menentu. Gejolak terus timbul hingga mendorong para anggota resah.

Seperti halnya terjadi pada hari Rabu (13/06/2018), puluhan perwakilan dari 18 PAC PDIP Gunungkidul kompak mendatangi kantor Dewan Pimpinan Cabang. Namun saat itu kondisi kantor DPC diketahui dalam kondisi tutup.

Kedatangan perwakilan PAC dan Satgas PDIP sangat beralasan kuat. Meski tidak ada aksi yang menonjol, namun kedatangan puluhan orang berseragam merah dan hitam tersebut cukup mengundang perhatian masyarakat yang melintas di kawasan kantor DPC PDIP Gunungkidul. Adapun kedatangan mereka untuk menuntut transparansi dari para pengurus DPC PDIP Gunungkidul.

Lantaran Kantor DPC di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari tutup, pengurus DPC mendatangi rumah Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih di Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong.

Seperti yang diungkapkan, pengurus PAC Karangmojo, Yudha Harjanto, kedatangan puluhan anggota dari 18 PAC tersebut guna menuntut transparansi dari Pengurus DPC. Mengingat selama beberapa tahun belakangan ini transparansi penggunaan dana bantuan partai politik dinilai sangat lemah. Bahkan laporan kegiatan pun juga tidak ada.

"Intinya kedatangan kami ke sini untuk menyerahkan surat tuntutan transparansi kami terkait penggunaan dana banpol," terang Yudha.

 

Padahal besaran dana banpol yang diterima oleh PDIP setiap tahunnya begitu besar mencapai Rp 287 juta. Pihaknya mendesak transparansi lantaran selama ini PAC merasa tidak pernah dilibatkan dalam penggunaan dana tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu sejumlah PAC diminta untuk menandatangani kuitansi kosong.

Tak hanya itu, tuntutan lain juga disampaikan oleh Ngadiyono, Sekretaris Satgas PDIP Gunungkidul, dimana selama ini dengan adanya Satgas jarang sekali dilibatkan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengamanan. Terkait kesejahteraan pihaknya juga tidak begitu menuntut.

"Kalau dari satgas tuntutannya ingin lebih diperhatikan dan dilibatkan dalam setiap even. Selama ini seolah keberadaan kita tidak difungsikan," ucap Ngadiyono.