Mudik dari Bekasi Menuju Semin, Sandi Kayuh Sepeda Rakitan Sendiri
Peristiwa

Mudik dari Bekasi Menuju Semin, Sandi Kayuh Sepeda Rakitan Sendiri

Semin, (gunungkidul.sorot.co)--Pada Hari Raya Idul Fitri 1439H/2018M biasanya dimanfaatkan oleh para perantau untuk kembali ke kampung halaman. Hal ini sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia yang merayakan Lebaran dengan bersilaturahmi bersama keluarga besar tercinta.

Kebanyakan dari mereka para pemudik menggunakan kendaraan umum, mobil, atau sepeda motor sebagai alat transportasinya. Namun berbeda dengan Sandi Setiawan (31) warga asli Padukuhan Karanganyar, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin.

Pria yang akrab disapa Sandi ini memanfaatkan euforia mudik dengan cara yang tak umum, yakni menggunakan sepeda. Tidak tanggung-tanggung, perjalanan mudik yang ia tempuh yakni dari Cikarang, Kabupaten Bekasi yang merupakan daerah kerjanya menuju kediaman di Semin, Kabupaten Gunungkidul.

Ditemui sorot.co di rumahnya, Sandi bercerita memilih mengayuh sepeda untuk mudik bertemu sanak saudara lantaran menuruti hobinya yang gemar bersepeda. Selain itu, ia juga ingin memperkenalkan tanah kelahiran kepada masyarakat yang ia temui sepanjang perjalanannya.

Sandi berangkat dari Bekasi pada Jumat (08/06) malam dengan menggunakan sepeda gunung rakitannya sendiri. Sepanjang 580 kilometer ia tempuh dengan mengayuh sepeda selama 4 hari 4 malam. Ia berangkat sendiri, tanpa kawan atau pemudik sepeda lainnya.

"Saya menargetkan per harinya bisa menempuh 120 kilometer," jelas Sandi, Rabu (13/06/2018).

Dalam perjalanannya, ia hanya menggowes sepeda mulai dari pukul 16.00 - 05.00 WIB. Sedangkan siang harinya ia gunakan untuk mengisi ulang aki pada lampu penerangan sepeda miliknya. 

"Kalau saya gowesnya malam hari, soalnya kalau siang panas. Selasa kemarin sekitar jam 7 malam saya sampai rumah, " ucap dia.

Aksi bersepedanya ini ia lakukan sejak 2016 silam. Menurut Sandi, banyak kesan yang ia dapatkan dari perjalannya kali ini, mulai banyaknya kenalan di setiap kota yang ia lalui hingga banyaknya yang menawarkan makan dan minum gratis.

Kendati demikian, untuk balik ke Bekasi nanti ia berkeinginan untuk menggunakan sepeda motor yang ia paketkan dari Bekasi. Pasalnya, kondisi medan yang sudah tidak ada penjagaan menjadi alasan ia tidak memilih menggunakan sepeda lagi. [Sepdita]