Transparansi Dana Banpol Ratusan Juta Dipertanyakan, Ini Jawaban Endah
Politik

Transparansi Dana Banpol Ratusan Juta Dipertanyakan, Ini Jawaban Endah

Ponjong,(gunungkidul.sorot.co)--Puluhan massa perwakilan dari sedikitnya 18 PAC PDIP yang datang ke kantor DPC PDIP tidak mendapat sambutan saat berada di lokasi tersebut. Pasalnya sejak beberapa hari lalu kantor sudah tutup sesuai dengan cuti bersama menjelang libur lebaran.

Tidak mau aksinya tersebut buntu lantaran tidak ada tanggapan, sebanyak 8 orang perwakilan PAC dan Satgas PDIP lantas mendatangi kediaman Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Kedatangan mereka tidak lain yakni untuk menyerahkan surat berisi tuntutan transparansi dana partai politik dan tuntutan terkait keterlibatan satgas PDIP.

Menanggapi adanya sejumlah perwakilan yang datang ke rumahnya, Endah pun menerima 8 perwakilan tersebut sebagai bentuk silaturahmi yang baik. Meski saat itu juga terjadi diskusi yang cukup lama lebih dari 1 jam, namun diskusi tersebut bersifat tertutup.

Endah mengatakan, terkait adanya isu yang beredar mengenai ketidaktransparan penggunaan dana bantuan partai politik senilai ratusan juta, ia dengan tegas menyangkal isu tersebut. Pasalnya setiap tahun, baik partai politik PDIP maupun partai politik lainnya secara resmi membuat laporan penggunaan banpol kepada Kesabangpol Gunungkidul.

"Kita berjalan sesuai aturan tentunya, setiap tahun kita lakukan pelaporan secara resmi kepada Kesbangpol. Transparansi tentu kita junjung tinggi, dari PAC juga ada laporan," terang Endah saat ditemui usai pertemuan dengan sejumlah perwakilan PAC dan Satgas.

Lebih lanjut, meski terdapat pelaporan secara resmi namun untuk banpol tidak dapat sembarangan dibicarakan diluar forum. Pasalnya, dana tersebut merupakan dana khusus penunjang kegiatan partai, sehingga apbila dibicarakan diluar forum tentu akan menyalahi aturan. 

"Jadi dana yang diterima itu dibahasnya di forum yang besar dan resmi atau istilahnya Konfercab. Jadi pada rapat tersebut kita membahas apa saja yang diperlukan dan akan dilakukan menyoal dana tersebut," tambah dia.

Menurut Endah, dinamika pergerakan partai politik menjelang tahun politik semacam ini sudah sangat biasa. Bergejolak namun tidak melanggar peraturan yang ada dan tidak menyalahi apa yang telah menjadi kesepakatan bersama. Beda pendapat dan gesekan dirasa cukup wajar terebih menjelang pemilu tahun 2019 mendatang.

"Jadi kalau mengenai Satgas yang kurang diperhatikan dan kurang dilibatkan mungkin karena saat ini menjelang lebaran khususnya mereka tidak dilibatkan dalam pengamanan pos. Tahun politik kan kita dilarang untuk pasang-pasang atribut dan lainnya, takut juga menyalahi aturan dikiranya kampanye. Itupun kita juga sesuai dengan peraturan Panwaslu," imbuh dia.

"Kalau keterlibatan Satgas tentu dalam semua event kami libatkan. Fungsi mereka kan untuk membesarkan partai tentu segala macam event kami libatkan," pungas dia.