Nongkrong Sebentar, Penjual Ketupat Bawa Pulang Setengah Juta
Gema Ramadhan

Nongkrong Sebentar, Penjual Ketupat Bawa Pulang Setengah Juta

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Tak terasa sebentar lagi umat muslim akan berpisah dengan Bulan Ramadhan tahun 1439 H. Hal tersebut biasanya ditandai dengan maraknya longsong ketupat yang sudah bergelantungan di tepi jalan. Bahkan para penjual longsong ketupat sudah berjajar dimana-mana sejak H-2 lebaran kemarin.

Ketupat yang menjadi ikon lebaran memang mendatangkan rezeki tersendiri bagi warga. Salah satunya dialami seorang perajin longsong ketupat, Maryono. Dengan menjajakan ketupat di kawasan Pasar Argosari Wonosari, ia mengaku bisa menjual sekitar 200 longsong sejak pukul 15.00 WIB hingga sehabis Maghrib.

Martono membandrol barang dagangannya seharga Rp 10 ribu setiap ikat yang terdiri dari 10 longsong. Ibaratnya, baru nongkrong sebentar saja pria itu bisa membawa pulang ratusan ribu rupiah.

"Ini tadi cuma coba-coba kali saja ada rejeki. Kalau mulai dari begini hasilnya paling Rp150 - Rp 200 ribu," ucap pria yang sudah 6 tahun menjadi penjual ketupat musiman ini, Kamis (14/06/2018).

Berkah dari berjualan ketupat nampaknya juga menimpa di Sukiran. Pria asal Kecamatan Rongkop ini sudah berjualan ketupat dari sehabis Subuh hingga menjelang Maghrib. Selama itu sekitar 500-an longsong ketupat dapat ia jual. 

Seperti pedagang lainnya, ia pun membandrol longsong ketupat buatannya seharga Rp 10 ribu. Bahkan terkadang jika ada pembeli yang menawar dengan harga kurang pun sering ia lepas.

Lelaki yang setiap harinya bekerja sebagai kuli bangunan ini beralih menjadi penjual ketupat dadakan lantaran omzet dagangannya dinilai lebih menguntungkan saat momen lebaran.

Seperti halnya Maryono, Sukiran juga mulai berjualan ketupat sejak H-2 lebaran dan bisa membawa pulang uang sekitar Rp 500 ribu perhari. Bahkan jika sedang beruntung, teman satu profesi dengannya bisa membawa pulang uang Rp1juta hingga Rp1,2 juta perharinya.

"Itu teman saya dapat Rp1 juta sebelahnya dapat Rp1,2 juta, tapi longsongan dikerjakan 3 orang. Satu orang cari janur, yang dua buat longsongan," imbuh Sukiran.