Masjid Al Ikhlas Bagikan Ratusan Kilogram Zakat Fitrah
Gema Ramadhan

Masjid Al Ikhlas Bagikan Ratusan Kilogram Zakat Fitrah

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Masjid Al-Ikhlas yang berada di jantung kota Wonosari membagikan ratusan paket beras hasil zakat fitrah masyarakat setempat, Kamis (14/06/2018) sore. Zakat tersebut dibagikan kepada warga Padukuhan Kepek II dan Pondok Pesantren Panti Asuhan Suhad, Kecamatan Ponjong.

Takmir Masjid Al-Ikhlas, Susmantoyo mengatakan, setelah dibuka jadwal pengumpulan zakat pada Rabu (13/06) kemarin, didapat ratusan kilogram zakat fitrah dari masyarakat Gunungkidul. Adapun total zakat berupa beras yang diterimanya yakni mencapai 592.2 kilogram yang dibagi menjadi 237 paket.

Selain membagikan ke warga Padukuhan Kepek II dan Ponpes Panti Asuhan Suhad Ponjong, pihaknya juga membagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat lain yang datang ke masjid meminta zakat. Sebanyak 79 paket beras telah diberikan untuk mereka sore tadi.

"Kalau ada yang minta kesini, ya kami beri," tutur dia.

Adapun pembagiannya, apabila 1 keluarga miskin terdapat lebih dari 3 anggota, maka pihaknya memberikan lebih dari 1 paket zakat. Hal itu dilihat dari data Kartu Keluarga (KK) yang dimilikinya. 

"1-3 orang anggota itu mendapatkan 1 bungkus, kalau 1-6 itu 2 bungkus, kalau lebih dari 9 anggota keluarga kami beri 3 bungkus. Kami punya data KK juga," imbuh Susmantoyo.

Sementara itu, kewajiban zakat fitrah bagi setiap muslim memicu permintaan beras di pasaran meningkat hingga membawa berkah tersendiri bagi pedagang. Pasalnya, berkwintal-kwintal beras beberapa hari ini dapat ludes diburu konsumen.

Seperti yang dialami War, salah satu pedagang di Pasar Argosari, Wonosari. Ia dapat menjual 3 kwintal beras selama 3 hari terakhir ini  untuk keperluan zakat.

"Mungkin sudah habis 3 kwintalan,  kalau hari biasa 50 kilo saja sudah hebat," ucapnya.

Kendati demikian, pasokan beras yang didapatnya dari Pasar Wates berjalan lancar. Tidak ada kenaikan dan kendala yang berarti pada harga beras untuk zakat tahun ini. Hanya saja, penjualan beras tahun ini dinilai tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, penurunan ini diakibatkan oleh adanya libur yang cukup panjang tahun ini. Selain itu, banyak sekolah-sekolah yang tadinya membeli beras di tokonya beralih menyuruh siswanya membawa beras dari rumah masing masing.[Sepdita]