Dampak Kekeringan, Puluhan Ribu Masyarakat Kekurangan Air Bersih
Pemerintahan

Dampak Kekeringan, Puluhan Ribu Masyarakat Kekurangan Air Bersih

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Dampak musim kemarau di tahun 2018 ini masih terus dirasakan oleh puluhan ribu penduduk Gunungkidul. Meski pemerintah telah mengupayakan droping air, namun masyarakat masih mengalami kekurangan air lantaran kekeringan yang melanda sebagian daerah di Gunungkidul.

Dari data yang ada di BPBD Gunungkidul, terdapat 31.607 Kepala Keluarga atau 96.523 jiwa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Dari jumlah tersebut tersebar di 11 kecamatan di Gunungkidul. Akibatnya, masyarakat yang terdampak kekeringan harus berupaya eksta dalam menggunakan air bersih.

Mereka hanya mengandalkan air-air yang ada di sekeliling lingkungan sembari menunggu pasokan droping air bersih dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Upaya pendropingan air bersih ini terus dilakukan oleh pemerintah daerah, untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

"Target kami sebanyak 3.360 tanki air didistribusikan ke masyarakat. Setiap harinya 24 tanki yang melakukan droping air. Selain dari pemerintah daerah, dari kecamatan juga melakukan hal yang sama," kata Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, Selasa (26/06/2018).

Adapun data kecamatan yang saat ini menjadi fokus droping air yang dilakukan oleh pemerintah yakni Kecamatan Girisubo, Nglipar, Paliyan, Panggang, Purwosari, Rongkop, Tanjungsari, Tepus, Ngawen, Ponjong dan Kecamatan Gedangsari. Sementara ini Kecamatan Tepus lah yang menjadi daerah terparah terdampak kekeringan dimana sebanyak 8.232 KK atau 32.851 jiwa kesulitan mendapatkan air. 

"Zona selatan memang paling banyak terdampak kekeringan. Kalau zona utara hanya sebagian khususnya yang berada di daerah tinggi," imbuh dia.