Dugaan Korupsi Ratusan Juta, Warga Pertanyakan Proses Hukum Lamban
Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi Ratusan Juta, Warga Pertanyakan Proses Hukum Lamban

Ngawen,(gunungkidul.sorot.co)--Penyelidikan kasus dugaan korupsi Dana Desa Beji, Kecamatan Ngawen masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Kendati sejumlah saksi terdiri dari kades dan perangkat desa beberapa bulan lalu telah dipanggil untuk diperiksa, namun proses hukumnya dinilai samar berjalan lamban.

Menyusul adanya perkara tersebut, sebagian masyarakat Desa Beji berupaya mengejar kejelasan terkait kasus pengemplangan dana desa tahun 2017 senilai lebih dari Rp 400 juta itu. Beberapa waktu lalu, sejumlah warga Desa Beji bahkan sempat melakukan audiensi kepada pemerintah desa setempat.

Keluh kesah mereka disampaikan saat audiensi tersebut. Perwakilan masyarakat mempertanyakan kejelasan dan keberlanjutan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Swy, oknum Bendahara Desa Beji. Seolah berbelit-belit dan terlalu lama, warga kemudian berinisiatif untuk meminta keterangan terkait hal itu.

"Sudah ada kira-kira sebulanan kami melakukan audiensi. Pas itu kami meminta kejelasan mengenai keberlanjutan perkara itu. Dari pihak desa mengatakan jika kasus sudah diserahkan ke Tipikor Polres Gunungkidul dan proses penyelidikan masih terus dilakukan," ucap Sumanto, salah seorang warga Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Selasa (26/06/2018).

"Terkesan berbelit dan lamban memang. Makanya kami sampai melakukan audiensi. Misal ada oknum lain yang ikut menikmati, ya monggo segera diselesaikan. Agar tidak ngambang dan menjadi pertanyaan warga seperti ini," imbuh dia.

Kasus pengemplangan dana desa senilai ratusan juta ini membuat sejumlah proyek pembangunan dan pemberdayaan tahun 2017 menjadi terbengkalai. Oleh karena itu Sumanto ingin kasus ini segera diselesaikan oleh pihak berwajib. Dengan demikian hal tersebut tidak menjadi beban bagi pemerintah desa dan merugikan masyarakat.

"Kalau kami itu hanya sekedar menanyakan keberlanjutan proses hukumnya . Karena transparansi dalam perkara ini sangat penting tentunya," tegas Sumanto.

Tidak menutup kemungkinan jika kasus ini tidak segera diselesaikan, masyarakat akan kembali bergejolak dan mempertanyakan kepada pemerintah, termasuk penegak hukum.

Sementara ini diperoleh informasi pulan bahwa Swy sebagai terlapor dugaan kasus korupsi dana desa senilai lebih dari Rp 400 juta masih wira wiri melakukan aktifitas sebagaimana biasanya.