Jual Beli Pil Koplo, Empat Pemuda Tanggung Digulung Aparat
Hukum & Kriminal

Jual Beli Pil Koplo, Empat Pemuda Tanggung Digulung Aparat

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sebanyak empat pemuda warga Kecamatan Patuk dan Kecamatan Wonosari berhasil ditangkap oleh tim Opsnal Satresnarkoba Polres Gunungkidul, Senin (25/06/2018) malam. Dua puluh butir pil jenis Alprazolam juga ikut diangkut oleh petugas.

Penangkapan terhadap para pengguna pil Alprazolam tersebut, berdasarkan informasi masyarakat yang merasa resah dengan para pemuda yang gerak-geriknya mencurigakan dan tidak seperti pemuda pada umumnya. Mendapat laporan tersebut, anggota polisi lantas melakukan penyelidikan di wilayah Desa Putat, Kecamatan Patuk pada Senin (26/06/) malam.

Petugas kemudian bergerak ke rumah AS (17) warga Desa Putat, Kecamatan Patuk yang diduga menjual sejumlah pil jenis Alprazolam ke beberapa pemuda lainnya. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh petugas di kamarnya, didapati 8 butir pil dan uang hasil penjualan sebesar 70.000. Setelah menangkap AS, petugas kemudian bergerak ke rumah MYDA (16) warga Desa Putat pula yang mengkonsumsi pil tersebut. Penggeledahan yang dilakukan petugas menemukan 2 butir pil jenis yang sama di saku milik pelaku.

Pengembangan terus dilakukan oleh petugas, hingga akhirnya pada malam tersebut anggota polisi bergerak menuju rumah CHF (22) warga Desa Putat juga yang ikut serta membeli pil tersebut dari AS. Penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan sebanyak 5 butir pil dengan efek samping berbahaya itu. Hingga terakhir kalinya, AS pemuda penjual pil Alprazolam tersebut mengaku jika menjual pil terlarang itu kepada RF (23) warga Desa Selang, Kecamatan Wonosari.

"Berbagai strategi kami gunakan untuk mengelabuhi target hingga akhirnya mereka berhasil kami ciduk dengan barang bukti pil terlarang itu. Terakhir kami mengamankan RF di sebuah pom bensin di Jalan Baron," kata Kasat Resnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo, Selasa malam.

Dari RF petugas mengamankan 5 butir pil terlarang. Diperoleh informasi dari para pengguna dan pengedarnya, pil terlarang itu dihargai sebesar 40.000. Hingga saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait kasus penyalahgunaan obat-obatan psikotropika. 

"Sudah kami lakukan penahanan di Polres Gunungkidul. Para pelaku masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan. Mereka dijerat UU RI Nomor 5 Tahun 1997," tambah dia.

Dengan diungkapnya kasus peredaran dan penangkapan pengguna obat-obatan terlarang ini, menambah daftar penyalahgunaan obat-obatan dikalangan pemuda dan remaja bawah umur. Belakangan ini Satresnarkoba berupaya mengungkap transaksi juga beli terkait Narkoba dalam jenis apapun. Hasilnya sebanyak belasan pemuda mendekam di penjara.