Kekeringan, Petani Singkong Terancam Gagal Panen
Ekonomi

Kekeringan, Petani Singkong Terancam Gagal Panen

Rongkop, (gunungkidul.sorot.co)--Musim kemarau membuat petani di Gunungkidul beralih menanam palawija lantaran ketersediaan air untuk menanam padi yang kurang. Kendati demikian, nasib baik juga tidak berpihak pada tanaman singkong meski salah satu bagian dari tanaman palawija.

Masuk pada musim kemarau tahun ini, beberapa petani singkong justru ketar-ketir. Pasalnya, mereka memprediksi apabila hasil panen kali ini mengalami penurunan dibanding tahun kemarin.

Seperti yang dikeluhkan Ranti (70) salah seorang petani singkong yang di Padukuhan Bendorubah, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop. Beberapa kali ia telah memanen hasil taninya, namun ia hanya dapat singkong dengan ukuran kecil dan tidak tumbuh subur.

"Panenan tahun ini menurun soalnya hasil singkong saya kecil-kecil dan pohonnya juga merangas, tidak subur. Bahkan bisa-bisa saya tidak panen," terang Ranti, Jumat (06/07/2018).

Pada petakan kecil sawahnya di Padukuhan Bendorubah tersebut,ia memprediksi tahun ini hanya bisa memanen 1 kwintal singkong. Padahal biasanya Ranti bisa panen hingga 2 kali lipatnya, sekitar 2 kwintal. 

Hal serupa juga diutarakan oleh Rajiman (60) warga Padukuhan Gandu, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop. Ia mengeluhkan hasil panen singkong miliknya mengalami penurunan jika dibandingkan tahun kemarin. Hal ini lantaran musim kemarau yang berkepanjangan dengan jumlah intensitas hujan yang sangat jarang.

"Panenan singkong tahun ini merosot. Kalau disini paling tidak bisa 1 ton bahkan lebih. Kalau sekarang ini mungkin bisa 2 kwintal," terang Rajiman.