Kemarau Tidak Pengaruhi Produksi Padi, Dinas Optimis Lampaui Target
Ekonomi

Kemarau Tidak Pengaruhi Produksi Padi, Dinas Optimis Lampaui Target

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menargetkan produktifitas tanaman pangan khususnya padi di Gunungkidul mencapai 294.000 ton di tahun 2018 ini. Berbagai upaya untuk mencapai terus dilakukan agar produksi padi meningkat, dari hasil perhitungan sementara justru target akan terlampaui lebih banyak lagi.

Kepala Bidang Tanamanan Pangan, Raharjo Yuwono mengatakan, hal ini sudah dapat dilihat saat musim tanam pertama dimana hasilnya cukup memuaskan. Dari 49.446 hektar luas lahan, menghasilkan gabah kering siap giling mencapai 241.951 ton. Setiap satu hektar lahan rata-rata menghasilkan 48,93 kuintal gabah siap giling.

Berbagai upaya pembinaan dan penyuluhan terus dilakukan oleh pemerintah, untuk mendorong masyarakat dalam bertani. Sehingga nantinya dapat menuju daerah swasembada pangan. Menurutnya, meski Gunungkidul merupakan daerah tadah hujan, namun demikian penyumbang terbesar beras di DIY adalah Gunungkidul.

Sementara pada musim tanam kedua ini, pemerintah memprediksi hasil produksi para petani mencapai 56.697 ton dari luasan lahan 9.715 hektar. Dimana pada satu hektarnya dapat menghasilkan gabah 58,38 kuintal. Pada musim kedua ini, hanya lahan jenis sawah saja yang terus produksi. Sementara untuk lainnya lebih mengarah pada produksi palawija.

"Berdasarkan hitung-hitungan kami selama 10 tahun belakangan ini produksi padi di Gunungkidul begitu luar biasa. Setiap tahunnya mengalami peningkatan," ucap Raharjo Yuwono, Sabtu (07/07/2018).

Menurunya, meski sekarang ini Gunungkidul tengah dilanda kekeringan dampak musim kemarau namun tidak begitu mempengaruhi hasil panen para petani. Kendati demikian ia juga tidak memungkiri jika ada secuil lahan pertanian yang mengalami puso. Namun langsung bisa dikendalikan oleh para petani maupun bantuan dari dinas. 

"Hanya secuil lahan saja sih. Soalnya pas musim kemarau sebagian sudah dipanen. Berkat inovasi dan semangat petani serta dukungan dari pemerintah tentunya Gunungkidul mampu menyukupi kebutuhan beras masyarakat," tutup dia.