Susu Kental Manis Bukan Susu, Ini Bahayanya
Gaya Hidup

Susu Kental Manis Bukan Susu, Ini Bahayanya

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Belakangan ini terus beredar pemberitaan mengenai Susu Kental Manis (SKM) yang dikabarkan bukan termasuk kategori susu. Bahkan, BPOM telah mengeluarkan surat edaran terkait hal tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh jika susu kental manis mengandung gula yang sangat tinggi.

Sebanyak 50% kandungan gula terdapat dalam SKM sedangan unsur proteinnya hanya mencapai 2-4% saja. Tentunya, hal ini sangat riskan apabila dikonsumsi anak-anak lantaran kebutuhan anak pada masa pertumbuhan lebih memerlukan protein bukan asupan gula.

Seperti yang dijelaskan Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta bahwa kandungan gula pada SKM setara 23 gram. Apabila terlalu banyak dikonsumsi anak, maka akan menghambat pertumbuhan mereka.

"Masyarakat sering pula salah kaprah, minum SKM kemudian ditambah gula itu sama saja menumpuk gula di tubuh," terang Priyanta, Minggu (08/07/2018).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, para orang tua harus lebih jeli kembali dalam memilah dan memilih susu. Jika telah menerima informasi terkait kandungan SKM, paling tidak lebih memperhatikan asupan pada anak-anak. 

Adapun bahaya yang mungkin ditimbulkan apabila anak mengonsumsi SKM, yakni pertumbuhan tidak normal dan obesitas. Bahkan dalam jangka panjang, bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi dan diabetes yang cukup membahayakan.

Menurut Priyanta, alangkah lebih baiknya jika anak-anak mengkonsumsi susu yang takarannya benar, seperti full cream atau susu formula meski harganya jauh lebih tinggi. Susu bukanlah satu-satunya sumber protein, anak juga bisa mendapat protein dari asupan makanan lainnya.

"Lah semacam ini harusnya masyarakat sadar dengan mengkonsumsi makanan tradisional dan meningkatkan konsumsi ikan untuk memenuhi keputuhan protein," katanya.

"Sekarang juga sudah bukan 4 sehat 5 sempurna yang ditambah susu slogan kita untuk memberi pengertian bagi masyarakat. Melainkan diubah menjadi gizi seimbang," imbuh dia.