Syawal Dianggap Bulan Baik, Satu Hari KUA Layani Belasan Pasang Calon Pengantin
Budaya

Syawal Dianggap Bulan Baik, Satu Hari KUA Layani Belasan Pasang Calon Pengantin

Tepus,(gunungkidul.sorot.co)--Bulan Syawal selalu identik dengan banyaknya orang menyelenggarakan hajat seperti nikahan atau khitan. Pada perhitungan orang jawa dan berbagai pertimbangan, Bulan Syawal dianggap bulan baik untuk melaksanakan acara yang berkaitan dengan keluarga dan orang banyak.

Tak heran jika di Bulan Syawal banyak sekali orang yang menyelenggarakan hajatan keluarga. Salah satu diantaranya yakni pernikahan. Hampir setiap hari menyebar di seluruh wilayah Gunungkidul selama satu bulan, banyak yang menyelenggarakan pernikahan.

Kantor Urusan Agama (KUA) selalu kuwalahan saat melayani pelaksanaan ijab qobul pada mempelai. Baru-baru ini misalnya, di KUA Semin dalam satu hari sempat menikahkan sebanyak 11 pasangan pengantin. Dimana sebagian menikah di KUA dan ada pula yang menyelenggarakan ijab qobul di rumah masing-masing.

Tidak hanya di wilayah Semin saja, fenomena semacam itu juga terjadi di hampir seluruh wilayah. Satu daerah lagi yang juga sempat melayani tanpa henti ijab qobul pengantin, yakni KUA Tepus yang juga sempat dalam 1 hari menikahkan 9 pasangan pengantin tanpa jeda.

Kepala KUA Tepus Ahmad Zazuli mengatakan, bulan Syawal seperti ini memang setiap tahunnya pasangan muda mudi dan dewasa yang hendak menikah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan hari biasa. Mereka lebih memilih bulan Syawal untuk menikah dan menggelar hajat lantaran berbagai pertimbangan. Selain bulan Syawal dianggap merupakan bulan baik, juga ada faktor lain.

"Perhitungan jawa, liburan, dan beberapa faktor lainnya juga menjadi pertimbangan," ucap Ahmad Zazuli, Minggu (08/07/2018).

Kendati di wilayah Tepus pada bulan Syawal ini pernikahan mengalami peningkatan, namun jumlahnya jauh dibandingkan dengan daerah yang jumlah penduduknya banyak. Dimisalkan wilayah Wonosari, Karangmojo, Semanu, tiga kecamatan besar yang dimungkinkan jumlah pernikahan selama bulan Syawal ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan hari biasa. 

"Selain bulan Syawal yang ramai pernikahan di bulan Besar atau Dzulhijah. Itu juga angka pernikahan meningkat," imbuh dia.

Kondisi semacam ini telah menjadi tradisi yang mendarah daging bagi orang Jawa tidak terkecuali Gunungkidul. Setiap bulan Syawal dan Dzulhijah, selalu banyak orang menikah atau menggelar hajat lainnya. Pesan sesepuh terdahulu masih terus dilestarikan oleh msayarakat hingga saat ini.