Sate Codot, Kuliner Ekstrem yang Dipercaya Sembuhkan Asma
Kuliner

Sate Codot, Kuliner Ekstrem yang Dipercaya Sembuhkan Asma

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Penikmat kuliner patut mencoba olahan ekstrem berbahan dasar hewan liar yang satu ini. Selain rasanya enak mirip daging ayam, olahan codot atau kelelawar juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit asma.

Kedengarannya memang jijik dan menggelikan bagi sebagian orang, namun siapa sangka codot yang biasanya ditemukan bersarang di goa itu bisa dijadikan kuliner kesukaan.

Seperti halnya dikatakan oleh Suryadi (45) dan Sumarsih (35), pasangan suami istri penjual sate codot asal Besari, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Pengalaman selama 3 bulan berjualan, mereka mengaku bisa mengantongi omset sekitar Rp 150 ribu dalam sekali jualan. Dalam 3 hari sekali mereka bisa menjual sedikitnya 100 tusuk sate.

Harganya pun cukup murah antara Rp 3.000 hingga Rp 6.000/tusuk, tergantung besar kecilnya ukuran codot.

Suryadi memilih usaha kuliner unik ini lantaran sate codot terbilang langka di Kabupaten Gunungkidul. Di rumahnya yang sederhana, ia mengolah binatang malam itu hingga siap santap sebelum diambil oleh para penjual sate eceran.

"Saya melihat ini peluang usaha. Soalnya dulu jarang ada yang jualan kayak gini," cakap Suryadi, Minggu (08/07/2018).

Sebelum terjun ke dunia usaha sate codot, selama 3 tahun lamanya Suryadi juga pernah menekuni bisnis olahan lowo. Lowo sendiri merupakan kelelawar yang berukuran lebih kecil dibanding codot. Lantaran setoran codot lebih lancar tertimbang lowo, akhirnya kini ia mulai menekuni usahanya sate codot. 

Untuk mendapatkan bahan baku codot, Suryadi mengaku mengambilnya dari salah satu pencari codot di kawasan pinggiran Gunungkidul. Kini usaha kecilnya itu pelan-pelan mulai dikenal masyarakat, meskipun pola promosinya hanya dari mulut ke mulut.

"Dulu ada orang yang jauh-jauh datang cuma mau beli codot, katanya untuk obat asma. Beli beberapa tusuk dan kata orang itu sudah tidak pernah kambuh lagi," imbuh

Sumarsih.

Usaha kuliner tersebut tak semulus bayangan, karena terganjal kendala, salah satunya ialah pasokan codot yang tidak menentu. Karena codot hanya bisa didapatkan dalam 3 hari sekali dari warga pemburu codot.

"Itu codot dari alam, bukan ternakan, jadi ya nggak mesti barangnya. Paling 3 hari sekali saya ambil dan paling banyak 150 ekor," pungkasnya.