Hari Kelima Dibuka, Belum Ada Parpol Daftarkan Bakal Caleg ke KPU
Politik

Hari Kelima Dibuka, Belum Ada Parpol Daftarkan Bakal Caleg ke KPU

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka pendaftaran calon legislatif sejak beberapa hari lalu. Terhitung mulai dari tanggal 4 sampai 17 Juli 2018, KPU siap melayani partai politik yang mendaftarkan andalannya untuk menduduki kursi panas DPRD. Namun demikian, hingga beberapa hari ini pendaftaran yang telah dibuka masih sepi pendaftar.

Bagian Humas KPU Gunungkidul, Yudha Ayu mengatakan, beberapa hari ini belum ada satu pun partai politik yang berkunjung ke kantor KPU untuk mendaftarkan bacalegnya di KPU. Hal tersebut diduga partai politik masih mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam memenuhi persyaratan.

"Sepi. Masih belum ada yang mendaftar ke kantor," kata Yudha Ayu, Minggu (08/07/2018) saat dihubungi.

Pihaknya pun tidak bisa memprediksi kapan partai politik maupun bacalegnya akan mendaftarkan ke KPU Gunungkidul. Meski begitu, dari petugas pendaftaran pada jam layanan kerja terus stand by dan siap untuk melayani serta mengarahkan para pendaftar. Jika hari biasa, KPU membuka layanan mulai dari jam 08.00 hingga 16.00 WIB, namun khusus di hari terakhir akan dibuka hingga pukul 24.00 WIB. 

"Itu juga sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pada tanggal 17 mendatang sampai jam 24.00 WIB," imbuh dia.

Sementara itu, Suharno bacaleg dari Partai Nasdem mengatakan, segala sesuatu dan berkas yang dibutuhkan dalam pendaftaran caleg tahun 2019 mendatang telah ia persiapkan jauh-jauh hari. Bahkan semangatnya untuk tetap duduk di kursi anggota dewan itupun begitu luar biasa.

"Sudah sejak jauh-jauh hari saya persiapkan berkasnya. Beberapa waktu lalu sudah saya serahkan ke Partai Nasdem, terkait kapan didaftarkan ke KPU saya percayakan partai. Pasti ada kebijakan lain," ucap Ketua DPRD Gunungkidul itu.

Meski dirinya telah hengkang dari PDI-Perjuangan, namun ia tetap optimis dapat kembali duduk di kursi anggota dewan, atau bahkan tetap sama menjadi ketua dewan. Meski telah beda partai, semangat juang, visi dan misi untuk kedepan masih tetap sama.

"Ya intinya kita optimis dan berserah saja. Ikuti aturan yang ada," tutup dia.

Sebagai informasi, adapun syarat pada pencalonan legislatif ini masing-masing harus mengantongi surat sehat jasmani, bebas narkotika, berpendidikan minimal SLTA atau sederajat, serta beberapa persyaratan lainnya. Jika caleg tersebut terbukti mantan koruptor, melakukan kekerasan pada anak dan bandar narkoba, petugas pun langsung akan mencoret daftar nama tersebut.

Sesuai dengan peraturan yang ada seseorang yang merupakan mantan napi 3 kategori tersebut dilarang untuk mencalonkan diri. Beberapa berkas lain pun juga harus terpenuhi.