Anak Bandung Berdrama, Tampil Menggemaskan dengan Topeng Hewan
Budaya

Anak Bandung Berdrama, Tampil Menggemaskan dengan Topeng Hewan

Playen, (gunungkidul.sorot.co)-- Belasan anak-anak Padukuhan Bandung, Desa Bandung, Kecamatan Playen tampil lincah membawakan drama, Minggu (08/07/2018) malam. Aksi lucu dan menggemaskan yang ditampilkan di Balai Padukuhan Bandung membuat para penonton berdecak kagum.

Acara ini digelar berawal dari kecintaan terhadap literasi pemuda setempat yang coba diaplikasikan melalui pementasan drama. Bersama mahasiswa sastra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang saat itu tengah mengabdi di daerah setempat, dibentuklah program bocah cilik cinta literasi lewat pentas drama fabel.

Sebanyak 15 anak usia SD berakting layaknya aktor profesional. Meski hanya bermodalkan latihan selama 2 minggu dengan 6 kali jadwal latihan, anak-anak Padukuhan Bandung dapat ciamik menampilkan drama dengan tema pisang ajaib dan gunung kapur.

Menurut Rini selaku ketua panitia acara, amanat yang terkandung dalam drama ini cukup banyak, diantaranya diajarkan untuk saling tolong menolong. Selain itu, dalam lakon yang dimainkan anak-anak, mereka bisa belajar menghormati satu sama lain, toleransi, dan peduli terhadap sosial.

Amanat dalam cerita tersebut menekankan pada nilai-nilai seperti saling tolong menolong, menghormati, toleransi, dan peduli sosial,” tutur dia.

Drama tersebut bercerita tentang beberapa hewan yang hidup di sebuah hutan. Kemudian ada seorang kambing yang sakit lalu teman-teman lainnya seperti kelinci, kupu-kupu dan belalang mencoba menyembuhkannya. Lalu mereka pergi mencari sebuah pisang yang konon katanya ajaib. 

Berangkatlah teman-teman kambing itu untuk mencari obat. Namun ternyata pisang yang mereka inginkan berada di Gunung Kapur yang lokasinya jauh dari hutan yang mereka tinggali. Di gunung tersebut, teman-teman kambing harus berebut dengan monyet dan beruang penunggu pisang tersebut.

Kemudian nanti mereka akan bekerja sama untuk berusaha mendapatkan pisang ajaib meski harus melalui berbagai rintangan yang ada demi bisa menolong temannya,” papar Rini.

Menurutnya, melatih anak-anak untuk bisa memainkan drama hingga menghasilkan tepuk tangan meriah penonton tidaklah mudah. Rini dan teman-teman satu universitas masih harus tetap mengarahkan dan mengkondisikan mereka dengan penuh kesabaran.

Namun semua tidak ada yang sia-sia. Semoga dengan ini literasi di Padukuhan Bandung akan terus meningkat, dan anak-anak akan semakin berkembang lagi melalui cerita fabel ataupun lewat drama sehingga bisa mengeksplor dirinya sendiri,” ungkapnya.