Digelontor Dana Rp 350 Juta, TMMD Sasar 2 Padukuhan di Sawahan
Sosial

Digelontor Dana Rp 350 Juta, TMMD Sasar 2 Padukuhan di Sawahan

Ponjong,(gunungkidul.sorot.co)--Kodim 0730/Gunungkidul kembali melaksanakan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 102 tahap II di tahun 2018 ini. Kali ini dua padukuhan di Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong menjadi sasaran TNI dalam pembangunan sarana prasarana serta pemberdayaan masyarakat. Bertempat di lapangan sepak bola Desa Sawahan, TMMD 102 resmi dibuka oleh pejabat utama Kabupaten Gunungkidul.

Pembangunan fisik di setiap desa masih menjadi target utama TNI dalam membangun suatu daerah. Hal tersebut dilakukan mengingat Gunungkidul masih terdapat beberapa wilayah yang pada bidang pembangunan masih begitu lambat. Pada prakteknya, TMMD ini menggunakan dana sebesar Rp 350 juta yang bersumber dari APBD DIY, APBD Gunungkidul dan swadaya masyarakat.

Kegiatan TMMD ini akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung mulai dari 10 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Tentu tidak hanya TNI yang bekerja dalam hal ini, melainkan dari unsur masyarakat dan lainnya juga ikut terlibat dalam pembangunan maupun pemberdayaan.

Adapun sasarannya yakni di Padukuhan Tengger dan Jatisari, Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong. Mulai dari pembangunan cor rabat beton sepanjang 800 meter di Padukuhan Jatisari yang nantinya akan menghubungkan dengan Kecamatan Semin. Selain itu, pembangunan 5 unit pos Kamling yang tersebar di 2 padukuhan itu.

Pembangunan barem-barem sepanjang 800 meter juga tidak luput dari perhatian TNI membangun desa ini. Kemudian 2 unit drainase turut dibangun sebagai tempat peresapan agar pada musim penghujan tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Pada program ini juga turut dilakukan perbaikan masjid di Padukuhan Jatisari.

"Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan hubungan masyarakat dengan TNI terjalin lebih erat lagi. Selain itu sebagai bentuk pengabdian terhadap negara ini lah yang baru bisa kami perbuat. Meski demikian, kegiatan positif ini juga menguntungkan bagi masyarakat," terang Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Muhammad Taufik Hanif.

"Upaya memajukan daerah dengan menggetolkan pembangunan dan pemberdayaan. Mengikuti perkembangan jaman yang semakin maju dan modern," imbuh dia.

Selain pembangunan fisik, juga akan dilaksanakan pemberian pengetahuan dan wawasan terkait kebangsaan, bahaya narkoba, dan bimbingan mental agar nantinya masyarakat lebih siap dalam menghadapi perkembangan jaman yang semakin modern. Pengetahuan keagamaan juga perlu diberikan dalam hal ini.

Beredarnya konten berbahaya dan hoax juga menjadikan pada program ini menggandeng Diskominfo untuk memberikan pemahaman. Materi mengenai perkembangan dunia pariwisata, upaya penanggulangan terorisme, dan gangguan kamtibmas. Serta pemberian pengertian pemecahan permasalahan sosial, dimana selama ini tingkat bunuh diri yang dilakukan masih cukup tinggi.