Nyenggol Badan Mobil, Dua Wanita Terkapar di Jalanan
Peristiwa

Nyenggol Badan Mobil, Dua Wanita Terkapar di Jalanan

Karangmojo,(gunungkidul.sorot.co)--Dua perempuan berusia 20-an tahun asal Jawa Tengah harus dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rahayu untuk mendapat penanganan, usai terlibat kecelakaan di Jalan Wonosari-Karangmojo, tepatnya di Padukuhan Selang, Desa Bendungan, Kecamatan Karangmojo, Senin (09/07) sore. Akibat dari peristiwa tersebut, satu korban mengalami cidera kepala.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.05 WIB. Berawal dari sepeda motor Honda Beat nopol AD 3794 YU yang dikendarai oleh Jesih Riyanti Putri (20) warga Tlogo Wetan, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar. Saat itu ia tengah melaju beriringan dengan sebuah mobil Toyota Kijang nopol AB 1624 ND yang dikemudikan oleh Muhammad Samsul Arifin (27) warga Karangijo Kulon, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong.

Saat itu kedua kendaraan tersebut melaju dari arah Wonosari menuju Karangmojo. Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor berniat mendahului mobil Kijang yang berada di depannya. Apesnya jarak yang terlalu dekat, sepeda motor yang dikemudikan oleh pemudi tersebut tiba-tiba oleng dan menyenggol bagian mobil yang melaju.

Pengendara yang menyenggol badan mobil kemudian terjatuh di jalanan. Benturan yang keras menimbulkan suara yang cukup kencang, pengendara motor dan pemboncengnya pun terkapar di jalan hingga petugas dan warga yang berkerumun mengevakuasi korban.

"Kejadiannya begitu cepat. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rahayu untuk mendapatkan penanganan," ucap Kanit Laka Lantas Polres Gunungkidul, Iptu Kusnan Priyono (10/07/2018).

Akibat dari peristiwa tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka lecet-lecet di muka, tangan dan kaki. Sedangkan pembonceng Dwi Elsa Anjas Asmara (22) warga Kampung Masjid, Kartasura, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo mengalami luka lecet di tangan, bibir dan beberapa lainnya, meski mengalami cidera kepala ringan namun korban dalam kondisi sadar. 

"Butuh penanganan lebih makanya dirujuk ke Panti Rapih Jogja. Ditangani oleh regu piket yang dipimpin oleh Aipda Muryanto" imbuh dia.