Dampak Zonasi PPDB Serang Sopir Angkot, Penumpang Terancam Makin Sepi
Ekonomi

Dampak Zonasi PPDB Serang Sopir Angkot, Penumpang Terancam Makin Sepi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)-- Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dengan sistem zonasi nampaknya membuat sejumlah sopir angkutan umum ketar-ketir. Dengan program zonasi tersebut maka jarak sekolah dengan rumah kini diperdekat. Otomatis, semakin dekatnya jarak membuat akses siswa bersekolah kini semakin mudah sehingga tak perlu lagi menggunakan angkutan umum untuk sampai di lokasi pendidikan.

Hal ini coba diutarakan Sajio (30) salah seorang supir angkutan antar kota (angkot) bahwasanya ia sangat khawatir apabila program tersebut akan berdampak terhadap mata pencahariannya. Lantaran selama ini anak sekolah juga turut menjadi langganan, dikawatirkan penumpangnya akan semakin sepi.

"Saya kawatir nanti angkot saya semakin sepi. Bukan sepi lagi, saya takut malah bisa mati usaha ini," terang Sajio saat ditemui di PKU Muhammadiyah Piyaman, Selasa (10/07/2018).

"Meskipun tidak banyak tapi anak sekolah yang saya angkut masih lumayan. Namun berbeda tahun ini sudah sedikit sei karena pada boleh bawa motor," imbuhnya.

Sajio akui, ia sangat takut jika pendapatan yang setiap harinya bisa mengantongi Rp80 ribu per harinya akan berkurang. Padahal, pendapatannya tersebut masih dikurangi dengan setoran dan uang bensin.

"Jarak rumah dengan sekolah semakin dekat, otomatis yang naik angkot berkurang dan omzet juga berkurang. Padahal biasanya paling bersih bisa bawa Rp20 ribu,"ucap dia.

Kekhawatiran yang sama juga diungkapkan Dalyono (40), salah seorang supir bus Wonosari. Menurutnya, program zonasi pada PPDB ini bisa membuat penumpangnya dari kalangan anak sekolah akan berkurang satu demi satu.

"Meskipun tidak banyak yang naik bus saya, tapi ada beberapa dari kalangan anak sekolah," terang Dalyono.