Rasul Bleberan, Puluhan Ayam Ingkung Disuguhkan Warga
Budaya

Rasul Bleberan, Puluhan Ayam Ingkung Disuguhkan Warga

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Ratusan masyarakat Padukuhan Bleberan, Desa Bleberan, Kecamatan Playen berkumpul di Balai Padukuhan untuk mengikuti adat tradisi genduri rasulan tahun 2018 selepas musim panen ke dua. Puluhan ayam ingkung turut disajikan dalam genduri tersebut. Suasana hening dan kekeluargaan begitu dapat dirasakan saat upacara adat dilakukan dan pembagian ayam ingkung tersebut.

Sejak pukul 11.00 WIB, Balai Padukuhan Bleberan telah ramai dikunjungi oleh warga sembari membawa bakul yang berisi dengan nasi uduk, ayam ingkung dan beberapa lauk lainnya. Tak hanya itu, anyaman daun kelapa juga dibawa oleh warga untuk tempat membawa nasi hasil genduri.

Rasul di padukuhan ini pun sederhana dan sepi, pasalnya tidak ada hiburan yang begitu menonjol. Hanya pengajian sebagai siraman rohani, genduri dan hiburan electone yang diadakan oleh masyarakat setempat. Kendati demikian, tidak mengurangi makna dari peringatan rasul di Padukuhan Bleberan.

"Ada kurang lebih 150 kepala keluarga yang ikut memeriahkan kegiatan ini. Jadi rasul disini memang diadakan setelah musim panen kedua dan sebelum Bulan Suro, harinya disepakati Rabu Pahing," ucap Dukuh Bleberan, Sumiyanto saat ditemui.

  

Puluhan ayam ingkung tersebut semula didoakan oleh sesepuh di daerah setempat. Kemudian setelah selesai, baru dibagi-bagikan kepada warga yang ikut dalam acara genduri itu. Puluhan bahkan ratusan warga yang datang kemudian mendapat jatah dengan membawa pulang nasi beserta lauk yang diletakkan pada anyaman daun kepala.

"Sebagai bentuk ucapan syukur saja pada Yang Maha Kuasa karena setahun ini diberikan kelancaran terutama dalam pertanian. Ini sebagai tradisi yang akan terus kami lestarikan," imbuh dia.

Kekeluargaan dan kebersamaan pun begitu terasa pada prosesi ini. Dimana para warga berjajar rapi duduk di balai padukuhan sembari menunggu pembagian ayam ingkung dan nasi uduk tersebut. Tak ada berebut, mereka menunggu sesuai petugas yang berputar membagikan. Bagi mereka yang tidak bisa datang, sebagian warga pun juga membawakan tetangga atau sanak saudara mereka.

Tradisi semacam ini akan terus dilestarikan oleh para warga, selain sebagai ucapan syukur juga untuk nguri-uri kebudayaan yang ada, sehingga tidak tergerus zaman. Ditambah dengan dukungan dari pemerintah saat ini menambah semangat untuk melestarikan budaya yang ada.