Bejat, Lelaki Tua Diduga Cabuli Gadis Belia Keponakan Sendiri
Peristiwa

Bejat, Lelaki Tua Diduga Cabuli Gadis Belia Keponakan Sendiri

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Peristiwa bejat baru saja terjadi di wilayah Kecamatan Playen. Seorang laki-laki tua diduga tega mencabuli gadis 15 tahun hingga hamil 6 bulan. Padahal gadis belia tersebut merupakan keponakan sendiri.

Perbuatan keji yang dituding dilakukan AS (63) kepada korban, sebut saja Kuncup terungkap pada Kamis (19/07) pagi. Mulanya, sejumlah guru tempat korban sekolah merasa curiga dengan perubahan fisik Kuncup. Badan kian membengkak, khususnya bagian perut.

Beberapa guru tersebut memberanikan diri untuk bertanya kepada korban. Lantaran tidak mendapat jawaban yang jelas, maka pihak guru merayu korban untuk diperiksa di RSUD Wonosari.

Setelah hasil pemeriksaan keluar, kaget bukan kepalang. Para guru langsung membawa korban ke rumahnya. Setiba di rumah, hasil periksa langsung diberikan kepada ibunda korban, S (53). Dengan nada pelan, ibunda menanyakan kepada korban tentang siapa pelakunya. Korban pun menjawab jika pelakunya adalah paman sendiri yang setiap hari hanya beraktivitas di sekitaran rumah.

Salah satu warga mengatakan jika selama ini keluarga maupun tetangga tidak merasa curiga dengan perubahan fisik korban. Karena akhir-akhir ini, korban jarang bermain ke luar rumah.

Kagetlah, begitu mendengar kabar kan warga sini (tetangga korban) langsung pada datang. Malah sampai malam masih jadi keheranan,” jelas Sa, salah satu warga setempat, Jumat sore (20/07/2018).

Mendapat jawaban itu, S didampingi suaminya M (55), langsung mendatangi rumah AS untuk menanyakannya. Dari sana orangtua korban mendapat pengakuan dari AS jika seingatnya sudah mencabuli Kuncup sebanyak 9 kali. Dengan geramnya, orangtua korban melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Playen. 

Kapolsek Playen, AKP Jusuf Tianotak membenarkan adanya peristiwa tidak terpuji ini. Pihaknya mendapat laporan secara resmi Kamis kemarin. Saat itu anggota dari semua fungsi mendatangi lokasi karena masyarakat berkerumun di rumah terlapor. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan.

Terlapor kita amankan saat itu juga (Kamis). Tindak pidana ini masih kita dalami dengan meminta keterangan dari para saksi,” tegasnya.