Satu Bulan Jadi Buron, Dobleh Kepergok di Kos-kosan
Hukum & Kriminal

Satu Bulan Jadi Buron, Dobleh Kepergok di Kos-kosan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Petulangan AS (30) warga Desa Gading, Kecamatan Playen untuk mencari tempat aman berakhir di hotel prodeo. Pemuda yang sempat menjadi target pencarian petugas Satreskrim Polres Gunungkidul itu akhirnya berhasil dibekuk di kawasan Klaten, Jawa Tengah pada Minggu (29/07/2018) dini hari.

Pemuda dewasa tersebut ditangkap oleh unit Opsnal Satreskrim Polres Gunungkidul dibawah pimpinan Ipda Ari Widodo di sebuah kos-kosan yang berada di Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah. Penangkapan ini dilakukan agar AS alias Dobleh bisa mempertanggungjawabkan perbuatan atas tindakan penganiayaan.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengatakan, penangkapan terhadap AS berawal dari adanya laporan terkait tindak penganiayaan terhadap pemuda Baleharjo, yakni Igna pada Jumat (15/06/2018) lalu. Berbekal informasi dan bukti-bukti, petugas melakukan penyelidikan di wilayah Klaten.

Informasi terakhir yang diperoleh, petugas mengetahui Dobleh berada di kawasan Jogonalan. Kemudian petugas bergerak ke komplek kos-kosan di wilayah tersebut. Benar adanya jika Dobleh tengah beraktifitas di kos. Tak mau targetnya lepas petugas lantas melakukan penyergapan.

Kaget bukan main jika yang bertamu adalah anggota polisi, Dobleh hanya bisa pasrah dan tidak berkutik. Pasalnya petugas telah mengantongi bukti yang cukup akurat. Penangkapan sendiri dilakukan sekitar pukul 03.30 WIB.

"Sebelumnya kami telah mengamankan 1 pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban luka-luka ditangan. Selain itu di bagian iga korban juga ditemukan bekas tusukan obeng," terang AKP Riko Sanjaya, Selasa (31/07/2018).

Setelah itu petugas kemudian menggelandang Dobleh ke Mapolres Gunungkidul guna dilakukan pemeriksaan dan kelanjutan proses hukum. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 2 jamper warna abu-abu dan hitam. Kemudian satu topi warna hitam, satu pasang sepatu merk Converse warna abu-abu. 

Selain itu, disita pula satu ponsel Vivo Y55 warna gold dan satu unit sepeda motor Suzuki Satria F nopol AB 5783 GM. Proses pemeriksaan mendalam dilakukan oleh petugas hingga akhirnya yang bersangkutan mengakui perbuatannya.

"Dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun," tambah dia.

Sekedar informasi, pada Jumat (15/07) lalu di salah satu bengkel di Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Playen telah terjadi penganiayaan terhadap seorang pemuda asal Desa Baleharjo. Kala itu, pelaku membawa sejumlah anak muda untuk merampungkan perselisihan dengan Diki warga Purwosari, Desa Baleharjo.

Namun, cekcok dari dua kubu tersebut terjadi hingga Dobleh dan teman-temannya kalap dan menghajar Igna hingga babak belur serta mendapat tusukan obeng di bagian iganya. Merasa tidak terima, korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gunungkidul.

Tal berselang lama 1 pelaku berhasil dibekuk. Sementara AG alias Dobleh justru melarikan diri dari buruan petugas. Lebih dari 1 bulan pemburuan petugas berlangsung hingga akhirnya pelaku ditemukan dan ditangkap anggota unit Opsnal.