Rumah Sakit Kelabakan, Klaim BPJS Nunggak Capai Miliaran Rupiah
Pemerintahan

Rumah Sakit Kelabakan, Klaim BPJS Nunggak Capai Miliaran Rupiah

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mengeluhkan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan yang hingga masih menunggak hingga senilai miliaran rupiah.

Pihak BPJS sendiri masih mempunyai tunggakan sebesar Rp 1,16 miliar dari bulan Februari hingga April 2018. Sampai saat ini informasinya klaim tersebut berstatus terpending.

"Kalau yang Rp1,16 miliar itu status terpending. Nanti akan kita ajukan lagi," tutur Melia Wijaya, Kepala Unit Penjaminan dan Asuransi Kesehatan RSUD Wonosari, Kamis (02/08/2018).

Menurut dia, masalah pending seperti itu sering terjadi lantaran kurangnya tenaga yang mampu melakukan verifikasi untuk penanganan BPJS Kesehatan. 

"Setiap tahun ada yang pending. Tapi alhamdulillah ini tinggal Februari - April dan tahun 2017 sudah selesai," imbuhnya didampingi Heru Sulistyowati, Direktur RSUD Wonosari.

"Kalau sudah masuk dipending itu masalah verifikator mungkin karena keterlambatan verifikasi karena keterbatasan verifikator. Karena kalau tidak salah verifikator di Gunungkidul itu cuma ada 2 orang," beber Melia.

Tak hanya angka 1,1 miliar yang terpending, klaim BPJS Kesehatan yang semestinya dibayarkan oleh BPJS kepada RSUD Wonosari hasil verifikasi bulan April sebesar Rp 3,5 miliar pun hingga saat ini juga tak kunjung cair.

Padahal nominal sebesar itu telah masuk dalam berita acara dan masuk kategori status layak per 18 Juli 2018. Klaim tersebut bakal jatuh tempo pada 9 Agustus 2018 mendatang.

Diperoleh informasi pula bahwa di RSUD Wonosari dalam satu bulan melayani sekitar 6.000 pasien pengguna BPJS. Dengan banyaknya dana yang belum dibayarkan oleh pihak BPJS Kesehatan dirasa cukup membuat pihak rumah sakit kelabakan. Sebab kebutuhan akan obat-obatan di rumah sakit ini dimungkinkan bakal terganggu. Bahkan jika hingga akhir tahun 2018 klaim BPJS tidak cair, maka demi tetap bisa menyediakan obat rumah sakit terancam berhutang ke pihak lain.

"Penyumbang pendapatan terbesar rumah sakit sini ada di BPJS. Sekitar 75 sampai 85 % pendapatan dari situ. Dampaknya kalau tidak dibayarkan sampai akhir tahun itu pada obat. Namun itu bisa kita atasi dengan berhutang," terang Kepala Seksi Keuangan RSUD Wonosari, Sri Wahyuni.