Keren, Drummer Bocah Gunungkidul Sabet Juara Internasional
Komunitas

Keren, Drummer Bocah Gunungkidul Sabet Juara Internasional

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Prestasi gemilang dalam bidang musik diukir oleh seorang bocah berusia 10 tahun asal Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Adalah Bohemian Renaisance Purnama, drummer cilik putra asli Gunungkidul ini menjuarai even bergengsi di tingkat Internasional yang diselenggarakan di Singapura beberapa hari lalu.

Bohe sapaan akrab anak pertama Sigit Sapto Purnama dengan Dyah Trimurti ini mampu menghipnotis juri yang berasal dari luar negeri. Dalam penampilannya, tabuhan demi tabuhan drum yang ia mainkan membuat semua yang hadir menjadi terheran-heran dan berteriak histeris. Kemampuannya dalam memainkan drum memang tidak dapat diragukan kembali.

Sejak umur kurang dari 5 tahun, bocah yang identik dengan rambut jigrak itu telah menggeluti dunia musik. Beberapa alat musik sebetulnya telah ia kuasai, namun sekarang ia lebih fokus pada drum. Tak main-main, bakatnya tersebut sekarang telah diakui di dunia Internasional. Dalam even festival drum di Singapura ia berhasil menyabet juara.

Even tingkat Internasional tersebut Bohe berhasil mengalahkan para pesaingnya yang berjumlah ratusan orang dari seluruh dunia. Ia menyabet juara dalam Grand Champion kategori Junior. Tidak disangka-sangka memang rangkaian persiapan yang telah dilakukan dan menjadi wakil Indonesia, Bohe berhasil mengantongi juara dengan total hadiah $15.000.

"Bersyukur sekali, tidak sia-sia perjuangan dan persiapan kami. Tentu ini merupakan berkat yang luar biasa bagi keluarga dan karir Bohemian," terang Dyah Trimurti, Minggu (05/08/2018).

Dalam kesempatan tersebut Bohe membawakan solo drum dan rudiment snare drum. Ia berhasil mengalahkan lawannya dari USA, Thailand, Jepang, Singapore, Taiwan dan Malaysia. Dengan kemampuannya menggebuk drum, Bohe berhasil mengalahkan pesaingnya. 

Hingga saat ini keluarganya musisi tersebut masih berada di Singapura. Selain Bohemian yang mengukir prestasi, adiknya pun juga ikut memeriahkan even ini. Bonaga Renaisance Purnama juga turut mengikuti even tersebut, namun demikan ia hanya berhasil sampai di babak semi final saja.

Kendati demikian hal itu telah menjadi pengalaman bagi Bonaga. Segudang prestasi dan pengalaman Bohemian diharapkan mampu menjadi tolak ukur bagi para musisi cilik baik di Indonesia maupun di Gunungkidul.

"Untuk sementara waktu belum ada jadwal even yang diikuti. Rencananya akan fokus di channel youtube," imbuh dia.

"Harapannya bisa lebih maju lagi, terus berkontribusi dalam bidang musik di Indonesia dan menjadi inspirasi bagi anak-anak maupun remaja-remaja," tutup dia.