Kebakaran Hebat Dapur Rumah, Empat Mobil Pemadam Dikerahkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat Dapur Rumah, Empat Mobil Pemadam Dikerahkan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kebakaran sebuah dapur rumah di Padukuhan Trimulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari membuat geger warga sekitar dan jamaah pengajian di masjid sekitar lokasi, Senin (06/08/2018) malam. Bahkan sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman api yang terus membesar dan membumbung tinggi.

Bhabinkamtibmas Desa Kepek, Bripka Haryono menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, beberapa orang jamaah pengajian di Masjid Hidayah MAN Wonosari dikagetkan dengan kobaran api yang begitu besar. Diketahui api berasal dari rumah H. Suwitorejo (90) yang tengah dilakukan perbaikan.

Mengetahui kebakaran hebat itu, sejumlah jamaah kemudian berlari dan berteriak meminta tolong. Kegaduhan pun sempat terjadi kala itu, puluhan warga berupaya melakukan pemadaman dengan alat ala kadarnya. Justru karena angin yang berhembus begitu kencang membuat api semakin membesar.

Merasa kewalahan untuk memadamkan api yang diduga dari tungku perapian tersebut warga kemudian berupaya menghubungi kepolisian dan pemadam kebakaran. Tak berselang lama sirine mobil kebakaran meraung-raung dan menerobos sekitar lokasi kejadian.

Kesigapan petugas begitu terlihat saat itu. Kerjasama dengan warga juga dilakukan untuk dapat segera memadamkan api yang membumbung tinggi. Tak sedikit pula warga yang berdatangan untuk menonton kejadian tersebut. Meski api sempat merembet, namun setelah beberapa saat berjibaku dengan api besar petugas kemudian berhasil memadamkan api.

"Dugaan sementara dari tungku perapian. Saat ditinggal masih dalam kondisi menyala," ucap Bripka Haryono.

Api yang berasal dari tungku tersebut diduga menyambar kayu bakar yang disimpan tidak jauh dari tungku. Hembusan angin kencang juga diduga menjadi faktor kebakaran. Setelah api merembet ke tumpukan kayu bakar kemudian merembet ke kayu jati yang akan digunakan untuk perbaikan rumah. 

Namun sayangnya kayu dan bangunan dapur justru dilalap sijago merah dan ludes terbakar. Akibat dari peristiwa tersebut korban mengalami kerugian mencapai kurang lebih Rp 50 juta, mengingat bangunan yang hangus dan kayu-kayu yang berubah menjadi arang.

Sementara itu Kepala UPT Pemadam Kebakaran, Diyono mengatakan, usai mendapat laporan kebakaran, seluruh personel yang ada di kantor kemudian ia kerahkan. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya korban dan perluasan api, hingga ke lokasi lainnya.

Sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran dikerahan untuk menangani peristiwa ini. Barulah beberapa saat kemudian api berhasil dikuasai oleh petugas dan berhasi dipadamkan. Garis polisi kemudian dibentangkan oleh petugas.

"Semua kami kerahkan. Apinya cukup besar jadi butuh tenaga eksta," ucap dia.